. Saat ini, dari 5 juta mahasiswa strata satu di Indonesia, rata-rata ingin menjadi pegawai. Mereka enggan menjadi pengusaha karena penuh ketidakpastian. Mereka pun terkendala modal, dan juga regulasi perbankan yang kurang mendukung dengan syarat-syarat yang sangat sulit.
"Kita kekurangan 1,6 juta pengusaha. Tetapi masalah dan regulasi, kontraproduktif. Hari ini, kalau daftar di bank, tak lihat potensi bisnisnya. Yang dilihat dulu berapa aset kita. Lah apa beda bank dengan pegadaian?" kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI), Bahlil Lahadalia, dalam diskusi dengan tema "Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016" yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) di kantor TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat (Rabu, 19/8).
Selain Bahlil, hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dan Waketum Kadin bidang Perbankan dan Keuangan Rosan P. Roeslani. Sementara itu, Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, bertindak sebagai moderator.‎ Hadir juga dalam diskusi ini Dirut BNI Baiquni, Dirut Mandiri Budi Sadikin, Dirut BRI Asmawi, serta pengusaha, pelaku ekonomi seperti perwakilan dari Real Estate Indonesia, pengamat ekonomi, politisi dan aktivis gerakan mahasiswa.
Kembali ke Bahlil, ia mengatakan bahwa saat ini belum ada lembaga pemerintah yang bertugas membangun generasi muda untuk jadi pengusaha. Hanya HIPMI yang berjuang untuk itu, dan inipun sifatnya sukarela serta bukan lembaga negara. Padahal tugas membentuk pengusaha adalah tugas lembaga negara.
"Masalah lain, lihat soal antisipsi ekspor. Tak bisa monoton. Memang perlu hilirisasi. Tapi belum ada bank yang biayai. Maka harus ada bank khusus soal itu. Bunga bank UMKM saat ini mencapai 23 sampai 24 persen, sementara yang pengusaha besar itu 12 sampai 13 persen. Kita sudah sampaikan ke Presiden. Kalau boleh subsidi bunga dan sudah diberi Rp 1 triliun," ungkap Bahlil.
Bahlil pun memandang, salah satu solusi agar anak muda mau jadi pengusaha harus ada regulasi komprehensif agar anak muda teratrik. Dan pengusaha saat ini hanya kebanyakan
by nasib, bukan
by design. Dan
design ini harus dilakukan oleh pemeruntah, DPR, BI, OJK.
"Harus ada proteksi sehingga anak muda yakin. Kalau kita tonton saat ini banyak anak muda kita jadi TKI. Ke depan, kalau dibangun regulasi mendorong mereka jadi pengusaha. Sangat mulia kalau BI dan OJK dukung anak muda jadi pengusaha," ungkap Bahlil.
Bahlil menambahkan bahwa forum yang dibikin TMP ini merupakan forum paling berat sejak ia menjadi Ketua Umum HIPMI. Sebab ia berbicara langsung dengan Gubernur BI Agus Martowardojo, Wakil Menteri Keuangan Mardismo dan Ketua OJK Mulian D Haddad.
[ysa]