Berita

Syafril sofjan/net

Politik

Jokowi Sebaiknya Copot Suharso Monoarfa

RABU, 19 AGUSTUS 2015 | 17:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Posisi Suharso Monoarfa sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) harus dievaluasi. Koordinator Gerakan Mahasiswa 77-78‎, Sjafril Sjofyan menyarankan Presiden Jokowi segera mencopot Suharso.

"Sebagai Wantimpres Suharso Monoarfa tidak sepatutnya memberikan komentar secara pribadi. Dia harus bersikap sebagai negarawan yang topuksinya memberikan pertimbangan kelembagaan wantimpres langsung kepada presiden," papar Syafril kepada Kantor Berita Politik RMOL, baru-baru ini.

Menurut Syafril yang juga Ketua Dewan Pakar Alumni IKA ITT-STTT‎, pernyataan Suharso mengenai sikap Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang memerintahkan untuk meninjau ulang rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt‎ tidak mencerminkan posisinya sebagai anggota Wantimpres.

‎Syafril menduga ada kepentingan Suharso yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut terganggu dengan gagasan Rizal Ramli, sampai-sampai sibuk membuat pernyataan yang bersifat pribadi.‎

"Jika ikut-ikutan bermain sebagai pelaksana, bisa dicurigai Suharso punya kepentingan pribad  atau setidak-tidaknya ada kepentingan bisnisnya yang terganggu," tukas Syafril.

‎Informasi yang dihimpun Kantor Berita Politik RMOL dari sejumlah media, Suharso sebelumnya menyatakan bahwa proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt bukan proyek pribadi Wapres Jusuf Kalla.

Menurut dia, proyek berbiaya Rp 512 triliun‎ itu dicanangkan karena elektrifikasi kita rendah.

‎Suharso menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Rizal Ramli yang berencana memerintahkanMenteri ESDM Sudirman Said bersama dengan Dewan Energi Nasional untuk melakukan evaluasi ulang program pembangkit listrik 35.000 megawatt karena menurutnyasulit dicapai sesuai target selesai pada 2019. Menurutnya proyek tersebut hanyalah ambisi JK karena gagal dikerjakan saat menjabat Wapresnya SBY.‎

Menurut Rizal program ini tidak masuk akal terlebih masih ada tambahan sisa target pembangunan pembangkit listrik di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebanyak 7.000 megawatt sehingga total mencapai 42.000 megawatt.‎

"Target 35.000 megawatt‎, plus sisa target zaman Pak SBY 7.000 MW sehingga total 42.000 mmegawatt‎ itu sulit dicapai dalam lima tahun," kata Rizal seusai serah terima jabatan di BPPT, Jakarta, Kamis (13/8).

Kementerian ESDM telah menetapkan 109 proyek dalam program tersebut dengan rincian daya total mencapai 36.585 megawaatt‎, terdiri atas 74 proyek berkapasitas 25.904 megawatt ‎yang dikerjakan pengembang listrik swasta (independent power producers/IPP) dan sisa 35 proyek berdaya 10.681 megawatt ‎dikerjakan PT PLN (Persero).

Ada pun total kebutuhan investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1.127 triliun, terdiri atas Rp 512 triliun untuk proyek yang dikerjakan PLN dan Rp 615 triliun dikerjakan swasta.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya