Berita

rieke diah/net

Rieke Diah: Tidak Ada Pernyataan Megawati Bubarkan KPK dengan Tiba-tiba

RABU, 19 AGUSTUS 2015 | 07:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak ada pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bubar dengan tiba-tiba. Pernyataan Megawati itu harus didengar dan dibaca secara utuh, serta diperhatikan konteksnya.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka. Menurut Rieke, Megawati mengatakan secara gambalang bahwa KPK adalah salah satu lembaga yang saat ini berwenang menangani korupsi, selain Kejaksaan dan Kepolisian. KPK merupakan lembaga ad hoc, dan jika sudah tidak ada korupsi lagi maka lembaga ini memang bisa dibubarkan.

"Artinya KPK akan tetap ada selama korupsi masih ada. Namun, keberadaan lembaga ini tidak boleh dijadikan alasan agar korupsi terus berlanjut," ujar Rieke mengutip pernyataan Megawati, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 19/8).


Rieke mengaku mencatat dan merekam pidato Megawati dalam acara Seminar Nasional Kebangsaan di Gedung MPR tersebut. Kata Rieke, megawati mengatakan bahwa dengan adanya GBHN dapat ditegaskan bahwa negara Indonesia bukanlah negara liberal, yang menyerahkan alokasi ekonomi pada mekanisme pasar. Negara Indonesia dikehendaki sebagai negara sosial, negara kekeluargaan dan negara kesejahteraan, dimana negara bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat.

"Kata Ibu Mega: kalau sekarang kok puter-puter korupsi terus, sampai kapan ya? Sampai kapan yang namanya KPK itu, padahal namanya Komisi Pemberantasan Korupsi,  jadi punya alasan bahwa korupsi terus berlanjut, apakah benar? Kan seharusnya kita harus memberhentikan yang namanya korupsi, sehingga komisi yang sebetulnya sifatnya ad hoc ini harus sebentar saja dapat diselesaikan, dapat dibubarkan," ungkap Rieke mengutip Megawati. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya