Berita

jusuf rizal/net

Poros Penyelamat Bangsa Dibentuk untuk Selamatkan Negara yang Kian Terpuruk

SELASA, 18 AGUSTUS 2015 | 07:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kondisi bangsa saat ini terasa kian terpuruk. Rupiah yang kian tertekan oleh dolar AS, harga-harga kebutuhan pokok yang meroket, rasa damai dan aman yang kian mahal, serta isu bangkitnya paham komunis.

"Apakah kita harus diam, saat sekelompok pemangku kepentingan sudah buta dan tuli. Rasa nasionalisme yang digaungkan, restorasi, nurani dan wong cilik yang jadi jargon semua sudah terbelengku kepentingan dan kekuasaan. Tidak ada lagi idealisme," kata Presiden Lumbung Informasi Rakyat (Lira), HM Jusuf Rizal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 18/8).

Dengan alasan itu, bersama sejumlah tokoh, Jusuf Rizal membentuk Poros Penyelamat Bangsa. Poros ini ini merupaka wadah bagi orang yang memiliki dan peduli terhadap kondisi bangsa serta bergandengan tangan dengan melepas perbedaan suku, kelompok, golongan dan agama.


"Tujuannya hanya satu bagaimana kondisi bangsa bisa pulih dan jangan sampai terus terpuruk," kata Jusuf Rizal.

Menghadapi kondisi seperti saat ini, lanjutnya, seluruh rakyat tidak boleh diam. Negara dan bangsa ini milik semua rakyat, bukan milik para pemimpin yang telah merasakan empuknya kursi goyang.

Masalah bangsa ini, Jusuf menambahkan, sudah pernah dibicarakan dengan mantan Wapres Try Sutrisno, Rahmawati Soekarno, Ryas Rashid, KH. Mutawakkil (Ketua PWNU Jawa Timur), Slamet Subiyanto (mantan KSAU), Syarwan Hamid (mantan Mendagri) dan lain-lain. Mantan Presiden BJ. Habiebie dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta putra mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto juga akan diajak menjadi bagian dari gerakan penyelamat bangsa.

"Kami berharap gerakan ini akan memberi stimulas bagi berbagai pihak yang peduli. Ayo satukan langkah dari Sabang sampai Merauke. Dari dasa hingga kota. Semua bergerak bangkit untuk masa depan rakyat, bangsa dan negara yang lebih baik," demikian Jusuf Rizal. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya