Berita

Terkait Korupsi Penjualan Cassie BPPN, Penyidik Periksa Dua Petinggi Victoria Sekuritas

JUMAT, 14 AGUSTUS 2015 | 21:33 WIB | LAPORAN:

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) memeriksa dua petinggi Victoria Sekuritas Indonesia, Jumat (18/8).  

Aldo J. Tjahja selaku Direktur Presiden dan Suzana selaku komisaris diperiksa terkait kasus korupsi penjualan hak tagih (cessie) Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

"Pemeriksaan dilakukan di kantor VSI di Panin Tower, Jaksel," terang Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus, Sarjono Turin.


Sarjono menjelaskan Aldo dan Suzana masih berstatus tersangka. Selain keduanya, tim hingga saat ini belum menetapkan pihak lain sebagai tersangka terkait korupsi yang ditaksir merugikan negara ratusan miliar rupiah ini.

"Statusnya masih saksi semua, belum ada penetapan tersangka. Tim masih bekerja untuk mengumpulkan bukti, baik dari keterangan saksi maupun dokumen-dokumen terkait," tukasnya.

Selain pemeriksaan, penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor Victoria Sekuritas Indonesia. Penggeledahan yang dilakukan tadi siang mulai pukul 14.00 untuk mencari bukti-bukti yang menguatkan adanya pelanggaran pidana.

"Ini penggeledahan lanjutan dari yang telah dilakukan sebelumnya kemarin," tekannya.

Setidaknya, kata dia, tujuh penyidik kejaksaan dibantu anggota Krimsus Polda Metro Jaya yang terlihat melakukan penggeledahan di lokasi. Penggeledahan sebelumnya juga telah dilakukan dua hari sebelumnya. Dalam penggeledahan pertama, penyidik menyita delapan unit CPU dan dokumen elektronik.

Kasus ini diduga kuat melibatkan oknum BPPN dan Victoria Sekuritas selaku anak usaha Panin Group. Sardjono menuturkan, penggeledahan dilakukan sebagai upaya paksa karena sejumlah saksi yang dipanggil tidak kooperatif. Sejumlah saksi, termasuk pihak Victoria Sekuritas selama ini kerap mangkir dari pemeriksaan sehingga dikhawatirkan dapat menghambat penyidikan.

Meski belum ada penetapan tersangka, kasus ini lanjut Turin, telah meningkat ke penyidikan sejak April lalu. Kasus ini bermula ketika PT Adistra Utama (AU) meminjam kredit ke bank pelat merah untuk membangun perumahan di Karawang seluas 1.200 hektar dengan nilai sebesar Rp 469 miliar.

Ketika terjadi krisis moneter, bank pelat merah itu masuk dalam program penyehatan BPPN hingga akhirnya aset-aset yang terkait kredit macet dilelang termasuk utang PT AU.

Victoria Sekuritas kemudian membeli aset PT AU dengan nilai Rp 26 miliar. Namun ketika PT AU ingin menebus aset tersebut dengan harga yang sama atas kredit yang dikeluarkan, Victoria Sekuritas justru mematok harga Rp 2,1 triliun. Tindakan itu akhirnya dilaporkan PT AU ke kejaksaan dengan tudingan adanya permainan dalam pembelian aset tersebut.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya