Berita

Nusyirwan Soejono/net

PDIP Ingatkan Rini Soemarno Tak Jerumuskan Jokowi Lewat Proyek Kereta Api

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 15:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ide kereta api cepat jurusan Jakarta-Bandung salah sasaran, tidak sesuai kebutuhan dan tidak ditangani oleh Kementerian Perhubungan yang memang bertanggung jawab di sektor transportasi. Lebih serius lagi, tidak sesuai dengan Nawacita yang dikampanyekan Jokowi saat proses pilpres lalu.

Demikian penilaian yang disampaikan anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI Perjuangam, Nusyirwan Soejono. Nusyirwan pun mengingatkan Menteri Negara BUMNI Rini Soemarno untuk berhati-hati dalam menyodorkan program kepada Presiden Jokowi.

"Program kereta api cepat ini bisa menjerumuskan Presiden Jokowi yang kemudian bisa mengganggu citra Presiden Jokowi," ujar Nusyirwan beberapa saat lalu (Kamis, 12/8).


Dia mengatakan proyek kereta api cepat salah sasaran dan tidak sesuai kebutuhan karena saat ini yang dibutuhkan adalah transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau. Dengan jangkauan pelayanan seluas mungkin (tidak hanya Jakarta-Bandung) dengan biaya investasi disebutkan Rp 60 triliun (bantuan Jepang) atau Rp 71 triliun (bantuan Tiongkok), serta tidak perlu dengan kereta api kecepatan 350 km/jam. Tapi cukup maksimal 150 km/jam sudah dapat mengatasi perlintasan sebidang yang jumlahnya ribuan yang gingga kini belum dapat diatasi.

‎Menurut Nusyirwan, yang perlu dikembangkan jalur-jalur strategis yang dapat menjadi pilihan investasi di luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan. Salah satu Ketua DPP PDIP ini juga mendapat informasi bahwa ‎proyek ini dengan skema dana BUMN bukan APBN. Tapi perlu diingat Pemerintah ada penyertaan modal di BUMN. Nusyirwan pun  mengatakan ‎daftar kebutuhan di sektor transportasi masih banyak. ‎

"Sudah pantaskah kita dengan kereta api kecepatan 350/jam‎. Apalagi perlu dipertimbangkan kontur tanah Jakarta-Bandung," katanya, sambil mempertanyakan kenapa ‎ pihak Kereta Api Indonesia tidak diajak dalam proyek ini dan bahkan tidak masuk dalam rencana induk perkeretapian Indonesia.

"Siapa yang mengerjakannya. Yang ‎mengerti kereta api siapa sih. Menteri BUMN bertugas  menjaga kebesaran BUMN.  Jangan memberi pekerjaan rumah ke BUMN untuk sekian puluh tahun ke depan. Uang segitu bukan uang kecil," tambahnya.

‎"Jadi, saya mengingatkan Menneg BUMN. Proyek kereta api cepat Jakarta Bandung ini kurang mempertimbangkan potensi wilayah. Tidak sebanding dengan investasi yang akan dikeluarkan," demikian Nusyirwan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya