Berita

Agus Santoso/net

Wawancara

WAWANCARA

Agus Santoso: Rekening Calon Kepala Daerah Incumbent Sudah Kita Kasih Bendera Merah...

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencium aroma mahar politik untuk dapat dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015.

Makanya Bawaslu telah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri rekening calon kepala daerah.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua PPATK Agus Santoso mengakui pihaknya memang memperhatikan rekening para calon kepala daerah.


"Rekening calon incumbent sudah kita kasih bendera merah. Itu sudah otomatis akan diper­hatikan," kata Agus Santoso kepada Rakyat Merdeka, Selasa (11/8). Berikut kutipan seleng­kapnya:

Kenapa calon incumbent dikasih bendera merah?

Karena 60 persen kepala daerah itu tersangkut kasus hu­kum, khususnya kasus korupsi. Makanya perlu kita perhatikan.

Langkah apa saja yang su­dah dilakukan PPATK?
PPATK sudah membuat memorandum of understanding (MoU) dengan KPU dan Banwaslu. Kami sudah melaku­kan rapat koordinasi, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri.

Untuk mendeteksi praktik mahar politik maupun transaksi mencurigakan dalam proses pelaksanaan pilkada, PPATK tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kerja sama dari berbagai pihak, termasuk penyelenggara pilkada dan masyarakat.

Apa inti dari MoU dan rapat koordinasi itu?
Intinya kita memantapkan lagi sharing informasi. Kami sudah meminta kepada KPUagar para calon kepala daerah itu memberikan rekening dana kampanye.

Apa sudah ada transaksi mencurigakan ditemukan PPATK?

Kita masih menunggu laporan, dan kita juga akan menunggu masukan dari Banwaslu, Panwaslu Daerah dan masyarakat.

Bagaimana PPATK mendeteksi transaksi mencuriga­kan di Pilkada?

Kalau ada yang dicurigai bisa disampaikan kepada PPATK. PPATK tidak mungkin ngutak-ngutik sendiri, harus ada trigger.

Apa PPATK tidak bisa ber­tindak langsung?

Kita bisa melihat semua re­kening. Tapi harus ada trigger-nya dong. Trigger itu bisa dari berbagai pihak.

Contohnya?
Ada laporan mengenai tran­saksi yang mencurigakan, ada laporan dari BPKP mengenai uang tunai, ada sharing dari Bawaslu atau KPU.

Sejauh ini, apakah sudah ada laporan?
Belum.

Apa saran Anda agar terjadi transparansi dana kampa­nye?
Kalau untuk transparansi, KPUbagusnya mensyaratkan dana kampanye masing-masing itu dipublikasikan saja, sehingga menjadi transparan.

Kalau ada yang tidak mau transparan, bagaimana?
Kalau nggak mau, ya silakan saja. Nanti masyarakat nggak usah pilih, kan gitu. Ini bukan rekening pribadi yang dipub­likasikan secara transparan, tapi dana kampanye.

Mungkin bisa lewat website masing-masing atau lainnya. Dalam pilkada ada empat pihak yang terlibat. Yakni partai poli­tik, calon, penyelenggara, dan pemilih. Keempat pihak itu harus menjaga integritas.

Apa harapan Anda pada pilkada serentak kali ini?
Pilihlah pemimpin yang bersih dan mengabdi kepada daerah­nya. Jangan memilih orang yang merampok kampungnya sendiri. Bagi partai politik diharapkan mendukung calon yang benar-benar berjuang.

Apa yang perlu diantisipasi dari calon incumbent?

Khususnya untuk calon in­cumbent, harus benar-benar bersih. Calon incumbent itu sudah kita kasih bendera merah itu rekeningnya, sebagai PEP; politically exposed person. Itu sudah otomatis akan diperha­tikan, karena sudah kita kasih bendera merah. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya