Berita

bernard haloho

Politik

Lingkar 98: Sebaiknya, Kepala Staf Presiden Berasal dari Loyalis Garis Keras

Rizal Ramli Jadi Oase
KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 07:13 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo telah membuat keputusan terpenting guna meningkatkan kinerja pemerintahannya yaitu lewat kebijakan reshuffle kabinet.

Demikian disampaikan Ketua Lingkar 98, Bernard Haloho, yang mengharapkan menteri-menteri baru dilantik dapat mewujudkan keinginan presiden memperbaiki keadaan bangsa, khususnya di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Namun, untuk semakin memperkuat dan mengokohkan agenda-agenda strategis presiden, seharusnya presiden terus memperkuat barisan pemerintahannya, khususnya di lingkaran presiden sendiri, dengan menempatkan kelompok loyalisnya.


"Keputusan reshuffle hari ini telah menempatkan Kepala Staf Presiden (Luhut Panjaitan) merangkap jabatan karena juga menjabat Menko Polhukam. Agar kinerja Menko Polhukam dan KSP efektif maka sebaiknya dipegang oleh orang berbeda," saran Bernard, dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Lingkar 98 mendesak presiden secepatnya mengisi jabatan Kepala Staf Presiden dengan orang yang tangguh, berani, loyal, cekatan, pintar dan selalu berjuang bersama Presiden Jokowi dalam menyukseskan agenda pemerintah. Dalam memilih Kepala Staf Presiden sebaiknya presiden tidak memilih dari menteri yang baru saja didepak, melainkan dari kelompok relawan garis keras pendukung presiden yang kerja dan kesetiaannya sangat teruji.

"Hindari sabotase dari dalam tubuh kekuasaan terhadap agenda-agenda pemerintah. Presiden harus mempertimbangkan secara seksama dalam menempatkan orang terbaiknya jadi Kepala Staf yang berasal dari relawan garis keras pendukungnya yang loyal dan konsisten," ujar Bernard.

Sedangkan mengenai hasil reshuffle, Lingkar 98 menilai kehadiran ekonom senior, Rizal Ramli (RR), di tengah kabinet hasil reshuffle sebagai Menko Maritim bagaikan oase di tengah padang gurun.

"Hadirnya RR di Kabinet Kerja bagaikan oase di tengah padang gurun bagi masyarakat dalam mewujudkan Nawacita Presiden Jokowi," sebut Bernard. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya