Berita

Hinca Panjaitan/net

Wawancara

WAWANCARA

Hinca Panjaitan: Nggak Ada Saling Kunci, Memang Sulit Cari Figur Lawan Incumbent

SELASA, 11 AGUSTUS 2015 | 09:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Selain itu, ada aturan yang mengharuskan mendatkan kursi 20 persen di DPRD untuk bisa mengajukan calon. Padahal, jarang parpol mendapat su­ara seperti itu, sehingga harus koalisi.

Tapi ada juga faktor 'saling kunci' antar sesama parpol. Kabarnya di Surabaya, awalnya Partai Demokrat mau menga­jukan calon, tapi batal karena di Pacitan PDIP juga tak mau ajukan calon.

Apa benar ada upaya salingkunci, sehingga muncul calon tunggal? Simak wawancara Rakyat Merdeka dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan berikut ini;


Apa benar ada saling kunci seperti itu?
Nggak benar. Yang ada komu­nikasi intensif sesama parpol, dan itu normal. Fenomena calon tunggal ini tak terhindarkan akibat konfigurasi posisi parpol yang tidak selalu bisa men­calonkan calonnya sendiri.

Kenapa?
Karena harus berkoalisi agar terpenuhi syarat 20 persen.

Alasan lainnya?
Sulit melawan incumbent yang sudah bekerja lima tahun, apalagi kalau dicintai rakyat­nya, maka potensi menangnya besar.

Kenapa nggak dilawan saja incumbent itu?
Mencari figur untuk menand­ingi incumbent bukan hal mudah bagi koalisi parpol pengusung. Waktu yang disediakan sangat singkat menambah kecend­erungan tak dapat calon yang diusung. Lagipula tidak ada ancaman hukuman bila tak ada calon.

Apakah ada upaya dari Partai Demokrat agar tidak ada lagi calon tunggal di per­panjangan pendaftaran?
Pada hakekatnya Partai Demokrat tak ingin ada calon tunggal. Selain tidak baik untuk demokrasi kita yang untuk pertamakali ser­entak dilaksanakan, juga menjadi kegagalan semua anak bangsa. Dua dari tujuh daerah yang calon­nya tunggal merupakan jagonya Partai Demokrat.

Mungkinkah fenomena ini adalah by design?

Pandangan saya tidak. Alasan tadi jawabannya.

Apa ada kepentingan ter­tentu di balik itu?
Untuk menunda Pilkada mak­sudnya. Bagi Partai Demokrat, itu tidak. Kami mau Pilkada serentak putaran pertama ini harus sukses.

Untuk jangka panjang, ba­gaimana mengantisipasi per­soalan ini?
Ubah UU Pilkada. Persyaratan diturunkan atau malah tanpa persentase hasil perolehan kursi. Tapi cukup dibuatkan aturan minimal punya dua kursi bisa mengusung calon.

Bila tetap tidak muncul min­imal dua calon bagaimana?
Bila tetap gagal muncul dua pasangan calon, sementara waktu pendaftaran sudah cukup patut, maka dengan alasan menjun­jung asas fairness calon tunggal ditetapkan sebagai pemenang tanpa bertanding. Sebab fak­tanya dia bagus dan kuat. Orang itu dibutuhkan rakyatnya.

Opsi perpanjangan waktu yang diambil KPU ini sudah tepat?
Sudah tepat, tapi harus tetap diantisipasi kemungkinan calon tunggal sekalipun sudah diper­panjang waktu pendaftaran dengan terobosan hukum.

Apa opsinya?

Menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) merupakan salah satu opsi dengan subtansi yang saya sebutkan tadi.

Presiden sudah menolak menerbitkan Perppu, ini ba­gaimana?
Perppu adalah salah satu opsi saja. Bisa saja Presiden punya gagasan lain yang tetap kita hormati.  ***

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya