Berita

Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Marwan Genjot Realisasi Anggaran Pembangunan Desa

SENIN, 10 AGUSTUS 2015 | 19:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar mengimbau kondisi ekonomi yang kembali melambat tidak perlu disikapi berlebihan apalagi sampai menimbulkan kepanikan.

"Pelambatan ekonomi juga dialami hampir semua negara. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini termasuk tinggi di dunia. Yang paling penting adalah Pemerintah telah mengambil langkah-langkah straregis untuk mengatasi situasi ini," ujar Marwan, di Jakarta, Senin (10/8).

Presiden Joko Widodo, katanya, telah menginstruksikan percepatan realisasi anggaran khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Karena itu, dirinya optimis pada semester kedua tahun ini ekonomi daerah dan nasional akan tumbuh cepat dan target-target Pemerintah di bidang makroekonomi seperti penurunan angka kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan akan tercapai.


Untuk mewujudkan upaya tersebut, Marwan mengaku telah menginstruksikan jajaran kementeriannya untuk bekerja keras mempercepat realisasi anggaran pembangunan desa. Pihaknya tidak memungkiri saat ini penyerapan anggaran masih belum optimal, karena proses pengadaan barang dan jasa belum semuanya selesai, sebagian masih dalam proses lelang online atau lelang pengadaan secara elektronik (LPSE).

"Seluruh jajaran Kementerian Desa terus bekerja keras mempercepat realiasi anggaran pembangunan desa khususnya di bidang infrastruktur dan penguatan ekonomi desa, kegiatan yang sudah selesai lelangnya segera dilaksanakan, jadi saya optimis tidak lama lagi ekonomi kita akan tumbuh cepat, salah satunya didorong oleh meningkatnya pembangunan infrastruktur dan aktivitas perekonomian di kawasan perdesaan," papar Marwan.

Menteri asal PKB ini menjelaskan, pelaksanaan pembangunan desa pada semester kedua tahun ini ditandai dengan massifnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas perekonomian di kawasan perdesaan.

"Ini akan menciptakan multiplier effect dalam wujud penyerapan banyak tenaga kerja desa, meningkatnya daya beli masyarakat desa, tumbuhkembangnya sektor produksi dan konsumsi desa, serta terus membesarnya jumlah transaksi perdagangan barang dan jasa yang melibatkan pengusaha dan masyarakat desa," paparnya.

Pembangunan desa dan berbagai dampak positif di bidang perekonomian yang ditimbulkan, kata dia, akan menjadi insentif bagi ekonomi daerah untuk bergerak, karena desa sebagai basis produksi dan kota sebagai pusat pertumbuhan saling terkait atas dasar mutual simbiosis, dimana kemajuan ekonomi desa akan langsung meningkatkan transaksi perdagangan di kota dan begitu pula sebaliknya. Sehingga mendorong ekonomi daerah dan juga ekonomi nasional bergerak maju, tumbuh cepat pada semester kedua ini.

Dijelaskannya, selama ini masalah ketersediaan infrastruktur menjadi hambatan utama bagi desa dalam mengembangkan aktivitas perekonomiannya. Khususnya desa-desa yang berada di daerah tertinggal, perbatasan, terpencil, kawasan transmigrasi, pulau kecil dan terluar, yang sebagian besar berada di kawasan Indonesia timur seperti Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.

Ia meyakini jika masalah infrastruktur dapat dipecahkan dan tersedia dengan baik, maka desa akan lebih mudah dalam membangun ekonominya, petani, nelayan dan industri kecil desa dapat menjalankan aktivitas usahanya dengan baik, pedagang kota dapat membeli dan memasarkan produk-produk desa, sehingga ekonomi desa dapat berkembang dan mengejar ketertinggalannya.

"Penting juga saya ingatkan, adanya dana desa yang dikelola langsung oleh desa saat ini harus betul-betul dimanfaatkan sebagai modal untuk memajukan desa, membangun infrastruktur, mengembangkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat desa, ini penting dan saya optimis pembangunan desa mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," tukasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya