Berita

ilustrasi/net

6 Dolar AS untuk 2 Jam Internet di Peru

SENIN, 10 AGUSTUS 2015 | 09:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Bandara Internasional Jorge Chávez yang terletak di Peru menyediakan akses internet gratis bagi para penumpang yang menunggu penerbangan. Namun, akses internet gratis yang disediakan bandara hanya bisa digunakan selama 10 menit.

Setidaknya hal itu yang dirasakan wartawan Kantor Berita Politik RMOL saat transit di Peru untuk menuju Bogota, Kolombia pada Minggu malam (9/8).

Bila hendak mengakses internet gratis (wifi) di bandara, pengguna harus masuk (log in) dengan akun email atau facebook. Kemudian pengguna diminta untuk mengisi formulir online berisi identitas diri. Setelah formulir selesai diisi, maka pengguna bisa menggunakan akses internet gratis selama 10 menit.


Sayangnya, akses internet gratis tersebut tidak bisa diulangi (re-log in). Artinya, pengguna hanya bisa menggunakan internet gratis selama satu kali, dengan durasi selama 10 menit.

Namun, bila akses internet gratis yang diberikan pihak bandara dirasa kurang cukup, anda bisa datang ke toko duty free di dalam bandara dan membeli voucher untuk akses wifi di kasir. Ada dua pilihan voucher wifi, pertama adalah voucher internet untuk 24 jam yang dijual dengan harga 10 dolar AS dan voucher internet 2 jam yang dijual dengan harga 6 dolar AS.

Akses internet tersebut tidak terbatas (unlimited) dengan kecepatan cukup memuaskan yakni sekitar 9,33  mbps.

Pilihan untuk pembayaran di toko duty free tersebut juga beragam. Tidak perlu khawatir bila tidak memiliki mata uang Peru yakni Nuevo Sol Peruvian. Pihak bandara menerima pembayaran dengan dolar AS dan euro. Harganya pun disesuaikan dengan kurs mata uang pada saat pembelian.

Bila tidak membawa uang cash, anda bisa membayarnya dengan kartu kredit Indonesia berlogo Visa atau Mastercard.

Bukan hanya voucher internet, sejumlah souvenir maupun makanan yang dijual di area bandara di Peru juga bisa dibeli dengan sejumlah pilihan pembayaran tersebut. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya