. Pancasila harus diaktualisasikan sebagai perilaku keseharian dan dioperasionalkan dalam kebijakan. Jika tidak demikian, maka generasi bangsa ini akan menghadapi proses deideologisasi Pancasila dan akan mengalami amnesia terhadap sejarah bangsanya sendiri.
‎‎Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Alumni GMNI Soekarwo saat pembukaan Kongres III Persatuan Alumni GMNI, di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).‎Â
‎"Pancasila tidak lagi dipahami sebagai ideologi yang menjadi dasar berpijak dan bintang penuntun yang menjadi kompas ke mana arah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan dituju, tetapi sudah terdegradasi poisisinya sekedar sebagai slogan," ujar Soekarwo.‎Â
‎‎Kongres III dengan tema "Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila" berlangsung mulai hari ini, tanggal 7 hingga 9 Agustus 2015. Presiden RI Joko Widodo, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah menteri Kabinet Kerja hadir saat pembukaan Kongres III PA GMNI.Â
‎‎Soekarwo menjelaskan pilihan tema Kongres yang bertajuk "Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila" sengaja diambil karena pemerintahan Jokowi-JK mendapat mandat dari partai-partai politik pengusungnya, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk menjalankan haluan politik Trisakti dalam pengelolaan kekuasaan pemerintahan Negara.Â
‎‎Kata Soekarwo, Persatuan Alumni GMNI terpanggil untuk kembali mengingatkan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Mengingat bangsa Indonesia yang sangat heterogen baik budaya, agama, etnis maupun strata social-ekonomi. Indonesia membutuhkan perekat, Indonesia memerlukan komitmen, Indonesia meminta kesepahaman kita, dan para founding father telah mewariskan ide cemerlangnya yaitu Pancasila.Â
‎Pancasila dan Trisakti, lanjutnya, harus jadi visi dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara. Sebab globalisasi yang melanda dunia ini bukan sesuatu yang alamiah dan netral, tetapi globalisasi itu telah menjadi gelombang pasang di mana neo-kolonialisme dan neo-imperialisme saling berselancar di atasnya.Â
‎"Sistem politik, sistem ekonomi, sistem sosial budaya dan sistem hukum yang bergerak ke seluruh dunia, adalah sistem-sistem yang mengukuhkan dan melestarikan nilai-nilai pasar bebas," demikian Soekarwo‎. [ysa]