Berita

Alumni GMNI Ingatkan Proses Deideologisasi Pancasila yang Membahayakan

JUMAT, 07 AGUSTUS 2015 | 18:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pancasila harus diaktualisasikan sebagai perilaku keseharian dan dioperasionalkan dalam kebijakan. Jika tidak demikian, maka generasi bangsa ini akan menghadapi proses deideologisasi Pancasila dan akan mengalami amnesia terhadap sejarah bangsanya sendiri.

‎‎Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Alumni GMNI Soekarwo saat pembukaan Kongres III Persatuan Alumni GMNI, di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).‎ 

‎"Pancasila tidak lagi dipahami sebagai ideologi yang menjadi dasar berpijak dan bintang penuntun yang menjadi kompas ke mana arah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan dituju, tetapi sudah terdegradasi poisisinya sekedar sebagai slogan," ujar Soekarwo.‎ 

‎‎Kongres III dengan tema "Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila" berlangsung mulai hari ini, tanggal 7 hingga 9 Agustus 2015. Presiden RI Joko Widodo, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah menteri Kabinet Kerja hadir saat pembukaan Kongres III PA GMNI. 

‎‎Soekarwo menjelaskan pilihan tema Kongres yang bertajuk "Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila" sengaja diambil karena pemerintahan Jokowi-JK mendapat mandat dari partai-partai politik pengusungnya, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk menjalankan haluan politik Trisakti dalam pengelolaan kekuasaan pemerintahan Negara. 

‎‎Kata Soekarwo, Persatuan Alumni GMNI terpanggil untuk kembali mengingatkan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Mengingat bangsa Indonesia yang sangat heterogen baik budaya, agama, etnis maupun strata social-ekonomi. Indonesia membutuhkan perekat, Indonesia memerlukan komitmen, Indonesia meminta kesepahaman kita, dan para founding father telah mewariskan ide cemerlangnya yaitu Pancasila. 

‎Pancasila dan Trisakti, lanjutnya, harus jadi visi dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara. Sebab globalisasi yang melanda dunia ini bukan sesuatu yang alamiah dan netral, tetapi globalisasi itu telah menjadi gelombang pasang di mana neo-kolonialisme dan neo-imperialisme saling berselancar di atasnya. 

‎"Sistem politik, sistem ekonomi, sistem sosial budaya dan sistem hukum yang bergerak ke seluruh dunia, adalah sistem-sistem yang mengukuhkan dan melestarikan nilai-nilai pasar bebas," demikian Soekarwo‎. [ysa]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya