Berita

haedar-mu'thi

Begini Proses Pemilihan Abdul Mu'thi sebagai Sekum Muhammadiyah

KAMIS, 06 AGUSTUS 2015 | 21:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

DR. Abdul Mu'thi terpilih sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020. Dia dipilih dalam rapat formatur rangkaian Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang digelar di Makassar malam ini setelah diusulkan Ketua Umum terpilih DR. Haedar Nashir.

Demikian disampaikan salah satu anggota Formatur, DR. Anwar Abbas, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu. Penentuan Mu'thi sebagai Sekum juga berlangsung singkat. (Baca: Singkat, Proses Pemilihan Ketum Muhammadiyah hanya Butuh Waktu 4 Menit)

Dia menjelaskan, setelah Haedar Nashir disetujui menjadi ketua umum, rapat formatur lalu membahas siapa yang akan menjadi Sekretaris Umum.


"Setelah itu (pemilihan ketum) selesai, lalu mencari sekjen, siapa yang akan mendampingi (ketum)," ungkapnya.

Dahlan Rais yang bertindak sebagai pimpinan rapat lalu menanyakan kepada Haedar, apakah dia mempunyai usulan nama yang akan menjadi Sekum.

"Pak Haedar lalu mengajukan nama. Yang diajukan Abdul Mu'thi. Itu pukul 20.38 WITA," ungkapnya.

Peserta rapat formatur lalu dimintai tanggapan atas usulan nama oleh Haedar tersebut. Semua formatur menyetujui. "Itu pukul 20.40," sambungnya lagi.

Setelah itu, pimpinan rapat meminta tanggapan kepada Abdul Mu'thi sendiri. Sekretaris PP Muhammadiyah pada periode lalu tersebut pun mengamini usulan tersebut.

"Pak Mu'thi setuju itu pukul 20.43," imbuhnya.

Rapat kemudian ditutup dengan do'a pada pukul 20.45 WITA. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya