Berita

Bisnis

Aneh, Pertamina Naikin Harga Pertamax Saat Minyak Dunia Turun

RABU, 05 AGUSTUS 2015 | 22:05 WIB | LAPORAN:

. Kebijakan Pertamina ini aneh sekali. Saat harga minyak dunia turun dan para SPBU lain menurunkan harga, Pertamina malah menaikkan harga jual pertamax. Pertamina beralasan selama ini rugi karena sudah dua belum lebih tidak ada kenaikan.

Kenaikan pertamax ini dilakukan per 5 Agustus 2015. Harganya bensin dengan RON 92 ini naik dari Rp 9.300 menjadi Rp 9.450 per liter. Kenaikan memang terasa aneh, sebab sejak tiga minggu terakhir harga minyak dunia anjlok. Dalam perdagangan kemarin, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) hanya dipatok 46,02 dolar AS per barel.

Atas anjloknya harga minyak dunia ini, sejak Senin (3/8), Shell menurunkan harga BBM untuk semua variannya. Harga BBM jenis super, yang setara pertamax, diturunkan dari Rp 9.750 menjadi Rp 9.600 per liter. Demikian juga dengan Total yang menurunkan harga performance, BBM setara pertamax, dari dari Rp 9.750 menjadi Rp 9.600 per liter.


Vice Presiden Pertamina Wianda Pusponegoro membenarkan kenaikan harga pertamax itu. Dia mengakui memang dalam beberapa pekan terakhir harga minyak dunia turun. Tapi, kenaikan itu tetap realistis untuk dilakukan karena Pertamina sudah menahan kenaikan pertamax selama dua bulanan.

"Harga pertamax sekarang tetap sesuai. Sebelumnya kami justru rugi. Saat badan usaha lain menaikkan harga produknya saat harga minyak dunia naik, kami tetap menahan harga pertamax, karena kami tidak mau membebani rakyat saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran. Nah, sekarang kondisinya sudah normal untuk kami melakukan penyesuaian harga,” ucapnya kepada redaksi, Rabu (5/8).

Di sini lain, kata Wianda, penetuan harga jual BBM tidak hanya terpaku pada harga minyak dunia. Nilai tukar rupihan terhadap dolar juga memberikan kontribusi yang tinggi. Meski saat ini minyak dunia turun, tapi dolar naik terus.

"Selama Januari sampai Juli kemarin, kenaikan dolar mencapai 7 persen,” imbuhnya.

Meski naik, Wianda yakin para pengguna pertamax tidak beralih ke BBM sejenis di Shell atau total. Pasalnya, jika dibandingkan saat ini harga pertamax masih lebih murah sekitar Rp 150 per liter.

DPR tidak bisa menerima penjelasan ini. Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar menilai Pertamina mau enak sendiri. Dengan alasan rugi Pertamina tega mengorbankan rakyat yang sedang tergencet akibat ekonomi sulit.

"Ini Pertamina tidak mau rugi atas impor minyak mentah yang selama ini dilakukannya. Mereka tidak mau berkorban karena membeli minyak dengan kontrak mahal saat harga minyak dunia turun. Mereka justru tega mengorbankan rakyat. Saya pikir ini salah,” ucap politisi PAN ini.

Nasril juga tidak percaya dengan pengakuan Pertamina yang rugi akibat jualan BBM. Dia melihat itu hanya akal-akal. Sebab, dari hitungan kasar saja, harga BBM yang akan sudah kemahalan. Kalaupun Pertamina rugi, mungkin saja dari sektor lain, bukan dari pengadaan BBM.

"Untuk pengadaan ini, sebenarnya kami sudah beberapa kali memanggil Pertamina untuk membeberkan. Tapi, Pertamina tidak mau transparan. Mereka tidak pernah mau membuka data harga pengadaan,” cetusnya.

Di media sosial, para netizen juga ikut protes dengan kenaikan ini. Rata-rata mereka merasa heran dengan kenaikan tersebut. "Negara yang indah dan lucu. Di saat harga minyak dunia turun, rakyat teriak turunkan harga BBM, eh hari ini (kemarin, red) pertamax malah naik,” tulis akun @dferdianto sambil mengakhiri cuitannya dengan hashtage #akurapopo.

Akun @shintaries mengakui, kenaikan pertamax memang kecil, hanya Rp 150 per liter. Tapi, walau kecil kenaikannya sering sekali dan susah turunnya. "Didik-didik jadi bukit,” tulisnya dengan menyitir pribahasa lama.

Sedangkan akun @Deeweedave agak kesal lantaran kenaikan itu tanpa pemberitahuan lebih dulu. "Waduh, saya belum keluar rumah, pertamax naik tanpa permisi,” cetusnya.

Tapi, ada juga yang membela. Salah satunya akun @diditbowo yang menyebut harga pertamax masih lebih murah dibanting bensi sejenisnya di perusahaan lain. "Shell super turun harga. Pertamina pertamax naik. Tapi tetep aja mahalan shell. Heuheu,” cetusnya. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya