Berita

Said Aqil Diam-diam Kerjasama dengan Kampus di Kota Pendidikan Syiah Terbesar di Dunia

SELASA, 04 AGUSTUS 2015 | 18:40 WIB | LAPORAN:

. Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pasar utama bagi paham seperti Syiah, Wahabi, Hizbut Tahrir (HT) dan Islam Liberal (Islib). Artinya, NU menjadi rebutan atau lahan yang dijadikan sasaran dakwah mereka.

"Karena NU paling besar maka Syiah, Wahabi, HTI dan Islam Liberal itu berusaha mendekati NU,” kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH. Cholil Nafis, PhD dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Strategi yang dipakai mereka beragam. Untuk Syiah, lanjut Kiai Cholil Nafis, memakai strategi seolah-olah ajaran Syiah dan NU itu dekat, tak ada perbedaan.


"Padahal secara ushul (aqidah/teologi) Syiah dan NU jelas berbeda,” katanya.

Nah untuk Wahabi, lanjut Kiai Cholil Nafis, menggunakan strategi dengan cara menyalahkan ajaran NU. Begitu juga HTI dan sebagainya.

Dia melanjutkan, sekarang beberapa pimpinan NU, baik di PBNU maupun di daerah banyak yang tertarik dengan ajaran Syiah, Wahabi dan HTI. "Saya lihat di Jawa Barat, di Jawa Tengah, di Jawa Timur sudah ada semua,” katanya.

Ditekankan Kiai Cholil Nafis, kalau ketertarikan pengurus NU kepada Syiah, Wahabi, HTI dan Islam Liberal ini terus terjadi, maka tak mustahil NU nanti akan habis. Apalagi Syiah, Wahabi, dan lainnya memang punya target untuk menghabisi ajaran NU.

"Mereka menarget tahun 2050 NU akan habis,” katanya.

Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah ini bahkan menuturkan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas al-Musthafa al-’Alamiyah, Qom, Iran. Qom adalah sebuah kota yang merupakan ibukota Provinsi Qom di Iran. Qom menjadi sebuah kota suci bagi penganut Islam Syi'ah. Kota ini merupakan pusat pendidikan Syi'ah terbesar di dunia.

Parahnya, dokumen kerjasama di bidang pendidikan, riset dan kebudayaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Rais Am Syuriah PBNU yang saat itu dijabat KHA Sahal Mahfudz. Dokumen tertanggal 27 Oktober 2011 itu dibuat dalam dua bahasa, Persia dan Indonesia.

"Saya kopi yang berbahasa Indonesia karena saya gak begitu paham bahasa Persia,” katanya.

Kiai Cholil berharap Kiai Said tak mengelak perihal adanya kerja sama itu. Sebab, dokumen resminya kini sudah berada di tangan Kiai Cholil.

"Di PBNU ada, di Universitas al-Mustafa juga ada. Saya kesana mewakili UI dalam urusan akademik,” tegas dosen Universitas Indonesia (UI) itu.

Menurut dia, kerjasama itu berlaku selama 4 tahun. "Kalau tak ada pembatalan, kerjasama itu akan terus dan diperpanjang dengan sendirinya," katanya.

MoU PBNU dengan Universitas al-Musthafa al-Alamiyah ini sempat heboh karena Rais Am PBNU yang saat itu dijabat KHA Sahal Mahfudz tak mengatahui MoU tersebut.

Hingga berita ini diturunkan redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam pemberitaan. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya