Berita

Hendri Satrio/net

Wawancara

WAWANCARA

Hendri Satrio: Kepuasan Ke Pemerintahan Jokowi Memang Naik Tapi Tidak Banyak

SENIN, 03 AGUSTUS 2015 | 08:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Usia Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla hampir 10 bulan. Banyak yang sudah dilakukan pemerintah, banyak juga tentunya pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pe­merintah.

Puaskah publik atas kinerja pemerintah? Sejumlah lembaga survei sudah memberikan reka­mannya. Salah satunya dilaku­kan oleh Pollster KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Opini Publik Indonesia) yang dipimpin pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Seperti apa peta kepuasan publik ke pemerintah? Berikut wawan­cara dengan Hendri Satrio, kemarin.

Bagaimana tren kepuasan public terhadap pemerintahan Jokowi-JK?
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK walaupun peningkatannya tidak banyak tapi menunjukkan tren peningkatan. Total 3 kali Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedai­KOPI) melakukan survei tatap muka. Pada akhir April 2015 responden yang menyatakan puas ada 31,3%, survei akhir Mei 2015 yang menyatakan puas menjadi 32,4% dan akhir Juni kepuasan kembali meningkat menjadi 36,8%.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK walaupun peningkatannya tidak banyak tapi menunjukkan tren peningkatan. Total 3 kali Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedai­KOPI) melakukan survei tatap muka. Pada akhir April 2015 responden yang menyatakan puas ada 31,3%, survei akhir Mei 2015 yang menyatakan puas menjadi 32,4% dan akhir Juni kepuasan kembali meningkat menjadi 36,8%.

Apa yang menyebabkan tingkat kepuasan naik walau­pun tidak banyak?
Saya rasa kepercayaan diri Jokowi sebagai Presiden me­megang peranan penting. Rasa percaya diri Jokowi sebagai Presiden yang mengatur negara di beberapa kebijakan mulai terlihat. Saat menegur para menteri dalam kasus dwelling time atau saat penunjukann kepala BIN merupakan contoh yang paling diingat publik. Pada dua kasus ini Jokowi sangat percaya diri.

Selain itu ada beberapa men­teri yang sudah menunjukkan kinerja baik dengan berbagai terobosan kebijakan seperti di bidang penerimaan negara, peri­kanan dan infrastruktur.

Tapi tingkat kepuasan masih di bawah 50%, bagaimana menurut anda?

Ekspektasi masyarakat terh­adap pemerintahan Jokowi-JK sangat tinggi. Rakyat sangat mengharapkan pemerintahan ini bisa membawa perubahan yang cepat karena percaya dengan janji optimis Jokowi-JK saat kampanye namun ternyata hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Apakah Presiden perlu melakukan reshuffle kabinet?
Wacana ini memang jadi bahan diskusi elit hingga warung kopi. Memang ini hak presiden, tetapi bila terus didiamkan tanpa kejela­san bisa menjadi kontraproduktif. Saat ini tren kepuasan memang sedang naik, tapi menurut sa­ya seharusnya tingkat kepua­san lebih tinggi dari saat ini. Disamping itu, ternyata, apapun hasil kinerja kabinet, nampaknya publik akan meletakkan beban kegagalan dan prestasi pada pundak Presiden bukan Menteri atau jajaran lainnya.

Contohnya dari hasil survei saat responden ditanya siapa yang paling bertanggung jawab pada penyerapan anggaran hasil­nya menjawab Presiden (40,4%) baru setelah itu menteri-menteri terkait (31,6%). Atau saat di­tanya siapa yang paling ber­tanggung jawab pada fluktuasi rupiah, hasilnya hampir sama, Presiden (36,4%) dan Gubernur BI (23,6%). Jawaban lainnya untuk kedua pertanyaan itu be­ragam, ada yang menjawab para Menko, Bappenas dan lainnya. Padahal bila kita cermati lagi penyerapan anggaran adalah tanggungjawab setiap kemente­rian sementara Bank Indonesia yang bertanggung jawab kepada fluktuasi rupiah.

Bila menyikapi hal di atas wajar bila Presiden ingin memi­liki tim terbaik, karena ternyata apapun hasilnya semua beban ada dipundak Presiden.

Siapa saja Menteri yang perlu direshuffle?
Ini haknya presiden untuk mengevaluasi kinerja para menteri. Namun ada beberapa menteri yang menurut responden harus meningkatkan kinerja mereka agar bisa maksimal membantu kerja Presiden. Mereka adalah 4 Menteri Koordinator, Menkominfo, MenPan, Menkumham, MenTan, MenDag, MenBUMN, MenUKM, MenBappenas, MenDesa, MenHub, MenESDM dan MenPar.

Namun bila jadi ada perom­bakan presiden harus bijaksana, sehingga hasilnya positif dan maksimal.

Bila jadi Reshuffle, Menteri Seperti Apa yang Dibutuhkan Jokowi?
Wacana ini sudah sering diba­has, termasuk keinginan publik agar Presiden menambah menteri dari kalangan non-parpol dan dari kubu KMP. Walau sangat ideal tapi menurut saya Presiden perlu menteri yang loyal pada Presiden serta berani memberikan masu­kan kritis kepada presiden. Jadi bukan tipe ABSatau Yes Man. Selanjutnya, menteri harus cerdas mewujudkan visi-misi Presiden, konsiten bekerja pro-rakyat dan petarung dalam mewujudkan jan­ji kampanye Jokowi-JK. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya