Berita

Presiden Joko Widodo/net

RESHUFFLE KABINET KERJA

Inilah Head to Head Rizal Ramli dan Darmin Nasution

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 22:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dua nama yang belakangan semakin kerap disebut-sebut seiring wacara reshuffle Kabinet Kerja adalah Rizal Ramli dan Darmin Nasution. Keduanya dinilai memiliki peluang besar untuk menduduki kursi Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil.

Presiden Joko Widodo juga sudah bertemu one on one dengan keduanya. Diduga dalam pertemuan terpisah itu Jokowi mengecek kemampuan dan kesiapan Rizal Ramli dan Darmin Nasution.

Lingkar Studi Perjuangan (LSP), kelompok intelektual muda berorientasi kerakyatan, mencoba membantu publik dan kalangan elit politik membaca peta potensi kedua ekonom ini.


Agus Priyanto dari LSP mengatakan, catatan head to head Rizal Ramli dan Darmin Nasution ini mereka buat bukan dengan maksud untuk menggurui.

Menurut Agus, semoga dengan mempelajari catatan ini Presiden Jokowi bisa mengambil pilihan yang benar dan tepat untuk Indonesia.

Berikut adalah catatan head to head itu:

Rizal Ramli menyelesaikan pendidikan doktoral bidang ekonomi dari Universitas Boston, Amerika Serikat. Sementara Darmin Nasution adalah peraih doktor ekonomi dari Universitas Sorbonne, Prancis.

Rizal Ramli pernah menduduki sejumlah posisi penting di negara ini, termasuk Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan. Dia juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Semen Gresik. Kini Rizal Ramli adalah Komisaris Utama PT BNI 46.

Darmin Nasution pernah bertugas sebagai Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Dirjen Pajak, dan Gubernur BI. Kini Darmin Nasution adalah Komisaris Utama PT Bank Mandiri.

Di luar jabatan-jabatan di pemerintahan itu, sebelum era reformasi Rizal Ramli mendirikan lembaga Econit Advisory Group dan sejak beberapa tahun lalu menjadi salah seorang anggota Panel Ahli PBB. Adapun Darmin Nasution juga merupakan ketua umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ESEI).

Ekonomi Kerakyatan Vs Ekonomi Neoliberal

Rizal Ramli dan Darmin Nasution mewakili pendekatan ekonomi yang tidak hanya berbeda tetapi juga bertolak belakang. Ekonomi kerakyatan, itu adalah istilah untuk pendekatan ekonomi yang dianut oleh ekonom seperti Rizal Ramli. Seperti namanya, ideologi ekonomi kerakyatan dalam praktiknya memberikan perlindungan kepada kelompok ekonomi lemah dan rakyat kebanyakan. Karena itu paham ini juga  disebut sebagai ekonomi kerakyatan atau ekonomi konstitusi.

Di sisi lain Darmin Nasution disebutkan mewakili pendekatan ekonomi neoliberal yang melihat setiap individu warga negara sebagai aktor ekonomi yang setara. Konsekuensi dari pandangan ini, negara dipaksa hanya berperan minimal sebagai regulator yang memberikan kesempatan kepada semua aktor ekonomi untuk bertarung di pasar bebas.

Konsekuensinya, pemenang pertarungan di pasar bebas itu adalah aktor ekonomi yang memiliki kekuatan paling besar. Sudah pasti pemenangnya bukan rakyat kebanyakan, melainkan kelompok usaha raksasa seperti multinational corporations (MNCs) dan kelompok pencari rente.

Track Record dan Legacy

Selama menduduki jabatan-jabatan di pemerintahan, Rizal Ramli meninggalkan sejumlah legacy yang menarik untuk dicermati.

Saat menjabat sebagai Kepala Bulog (2000), Rizal Ramli membenahi dan memangkas rekeneing liar, anggaran jalan-jalan, juga pungli. Di masa-masa itu, dia pun terlibat dalam pembenahan PT PLN dengan cara merevaluasi aset, serta ikut dalam renegosiasi harga listrik swasta yang sebelumnya sarat KKN. Rizal Ramli juga berperan besar dalam restrukturisasi utang sekitar 14 ribu UMKM.

Di tahun 2001, sebagai Menko Perekonomian Rizal Ramli menyelematkan krisis BII tanpa memberikan dana talangan sepeserpun. Skala BII saat itu jauh lebih besar dibandingkan Bank Century yang di-bailout pemerintahan SBY tahun 2008.

Di tahun 2001 Rizal Ramli berperan besar memisahkan PT Indosat dan PT Telkom agar keduanya menjadi sehat. Di tahun itu juga, sebagai Menteri Keuangan Rizal Ramli memaksa International Monetary Fund (IMF) mengikuti Letter of Intent (LoI) yang dirumuskan pemerintah Indonesia.

Di tahun 2007 dalam kapasitas sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik Rizal Ramli mengkonsolidasi anak perusahaan, menekan inefisiensi sehingga Semen Gresik masuk ke dalam tujuh besar BUMN paling menguntungkan.

Di sisi lain, menurut catatan LSP, sulit menemukan legacy luar biasa yang dilakukan Darmin Nasution selama menduduki posisi di pemerintahan. Satu-satunya yang dapat disebut sebagai kebijakan Darmin Nasution adalah sunset policy berupa penghapusan denda bagi wajib pajak badan di sektor industri kelapa sawit, batubara, dan industri konstruksi pada tahun 2008. Ketika itu dia adalah Dirjen Pajak.

Di sisi lain, LSP menemukan sejumlah hal sumir terkait kedekatan Darmin Nasution dengan sejumlah skandal keuangan. Misalnya, dalam kasus pajak pemilik Grup Ramayana Paulus Tumewu, kasus pajak Halliburton, dan kasus pajak Gayus Tambunan yang memalukan korps pajak Indonesia. Darmin Nasution pun terlibat dalam rapat penentuan danatalangan untuk Bank Century yang akhirnya membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya