Berita

NASARUDDIN UMAR/NET

KEKUATAN SILATURRAHIM (13)

Silaturrahim Dengan Burung

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 10:24 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PERSAHABATAN manusia dengan burung banyak sekali diungkapkan di dalam Al-Qur'an. Di antara yang paling femomenal ialah kisah burung Hud-hud, yang mengispirasi lambang pos memilih burung sebagai simbolnya. Kisah Al-Qur'an tentang burung Hud-hud dijelaskan sebagai berikut: "Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan ala-san yang terang". Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri saba suatu berita penting yang diyakini,  sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk". (Q.s. Al-nam/27:20-24).

Burung Hud-hud menjadi salahsatu faktor penting di dalam pemerintahan  nabi sulaiman sebagaimana cuplikan kisah di atas. Ketika nabi sulaiman mengapel para peserta rapat, salahsatu undangan rapat belum kelihatan, yaitu Hud-hud. sebagai pemimpin yang tegas, ia berjanji akan menjatuhkan sanksi indisipliner kepada kelompok burung Hud-hud. namun hukuman itu batal dijatuhkan lantaran burung Hud-hud membawa berita menarik. sebuh kerajaan yang dipimpin seorang ratu (Ratu Balqis) dan berhasil mengantar bangsanya menjadi negeri indah penuh pengampunan tuhan (baldatun thayyibah wa Rabbun gafur). Ratu Balqis juga mendapatkan gelar "pemilik singgasana besar" (laha 'arsyun 'adhim). Kedua prestasi ini belum pernah terulang di dalam sejarah.

Kejujuran burung Hud-hud dalam menceritakan pengalamannya maka tuhan memberikan kepercayaan burung Hud-hud itu untuk mengantar surat nabi sulaiman kepada Ratu Balqis. Isi surat Nabi Sulaiman singkat: akhirnya si burung Hud-hud meletakkan surat itu tepat di atas dada Ratu Balqis. Dalam suasana kaget, ia memanggil para pembesarnya untuk mendiskusikan peristwa baru saja dialaminya: "Wahai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusan ini, aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kalian berada di dalam majlisku (27:32)."


Berkat kearifan dan kecerdasan yang dimiliki perempuan ratu ini, maka strateginya betul-betul membuat Nabi Sulaiman berfkir berat. namun pada akhirnya nabi sulaiman atas izin Allah SWT berhasil mengendalikan situasi bahkan berhasil menggabungkan dua negeri adidaya tersebut.

Ketika nabi dikepung di gua tsaur, salah satu binatang yang berjasa di sana ialah burung merpati yang bertelur dan mengerangi telurnya di mulut gua, untuk ikut meyakinkan orang yang mencari Nabi Muhammad bahwa tidak mungkin ada orang yang baru masuk di dalam gua ini, karena ada sejumlah burung merpati dengan tenang mengerami telurnya.***

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya