Berita

Politik

MUKTAMAR NU KE-33

Pemaksaan Ahwa Dzolim dan Konspiratif!

SABTU, 01 AGUSTUS 2015 | 11:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Ketua PCNU Kota Cimahi H Muhya Hadian menyatakan bahwa pemaksaan mekanisme ahlul halli wal aqdi (ahwa) adalah dzolim dan bentuk konspirasi busuk yang diskenariokan pihak tertentu untuk menjegal kader-kader terbaik menjadi pemimpin NU.

"Jadi jelas sekali, jangan dikira kami ndak tahu. Ini adalah konspirasi busuk. Karenanya harus ditolak dan tidak bisa diberlakukan dalam Muktamar saat ini," ungkapnya di arena Muktamar NU Jombang, Jawa Timur, Sabtu (30/7).

Ia mengaku heran dengan upaya panitia Muktamar dan PBNU yang terkesan sangat memaksakan pemberlakuan ahwa, yang jelas-jelas bertentangan dengan AD/ART dan tidak memiliki legitimasi yang kuat.

Apalagi, imbuhnya, 29 PWNU beserta PCNU-nya telah menyatakan menolak yang mengindikasikan ahwa tidak memiliki legimasi yang kuat. Ditambahkannnya, upaya penjegalan dengan jalan pemaksaan ahwa ini merupakan bentuk kedzaliman.

"Ini jelas pendzaliman secara sistematis. Kalau muktamar dilakukan dengan cara dzolim seperti ini. Maka harus kita lawan. Ini jihad dan perjuangan untuk mempertahankan NU agar sesuai koridor organisasi dan tetap berada pada garis tujuan pendiriannya," paparnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya