Berita

iwan sumule/net

PASAL PENGHINAAN PRESIDEN

Iwan Sumule: Jokowi Takut Dikritisi Rakyat

JUMAT, 31 JULI 2015 | 16:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah Presiden Joko Widodo menghidupkan kembali pasal penghinaan terhadap presiden dalam KUHP dinilai sebagai sebuah ketakutan.

Menurut politisi Gerindra Iwan Sumule, Jokowi takut dengan kritik rakyat.

"Ini contoh presiden yang takut dikritisi," kata Iwan dalam pesan elektronik yang dipancarluaskannya, sesaat lalu (Jumat, 31/7).

Mestinya, sebut mantan aktivis mahasiswa 98 ini, Jokowi tak perlu takut dengan kritikan. Yang terpenting adalah, Jokowi menjalankan pemerintahan dan mengelola negara dengan benar. Bukan dengan kebodohan dan ketololan.

"Iya gak sih," tukas Iwan Sumule.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyodorkan 786 pasal RUU KUHP ke DPR untuk disetujui menjadi KUHP. Salah satu pasal yang disodorkan adalah pasal tentang penghinaan presiden.

Langkah Jokowi ini dipertanyakan karena pasal penghinaan persiden dalam KUHP sudah pernah dicabut MK pada tahun 2006 lalu. Pasal yang dicabut tersebut yakni Pasal 134, Pasal 136 dan Pasal 137 KUHP tentang Penghinaan Presiden.

Dalam pertimbangannya, ketika itu, MK menilai ketiga pasal itu menimbulkan ketidakpastian hukum karena amat rentan pada tafsir apakah suatu protes, pernyataan, pendapat atau pikrian merupakan kritik atau penghinaan terhadap presiden dan atau wakil presiden.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya