Berita

puing diduga milih mh370/net

Dunia

TRAGEDI MH370

Puing Diduga Milik Malaysia Airlines MH370 Hampir Pasti adalah Boeing 777

KAMIS, 30 JULI 2015 | 12:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penyidik Perancis saat ini tengah mempelajari sebuah potongan besar puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion di Samudera Hindia untuk menentukan apakah puing tersebut merupakan bagian dari pesawat Malaysia Airline MH370 yang hilang awal tahun lalu.

Menurut seorang sumber anonim kepada Reuters, disebutkan bahwa hampir pasti, potongan puing tersebut merupakan bagian dari pesawat jenis Boeing 777 yang juga merupakan pesawat yang dioperasikan oleh Malaysia Airlines dalam penerbangan nahas tersebut. Namun demikian belum ada konfirmasi apapun yang menyebut bahwa potongan itu milik Malaysia Airlines MH370.

Badan investigasi kecelakaan udara Prancis, BEA saat ini tengah memeriksa puing yang ditemukan kemarin (Rabu, 29/7). Investigasi itu dilakukan dengan koordinasi dari pemerintah Malaysia dan Australia.


Namun demikian, tim investigasi menegaskan bahwa terlalu dini untuk mengklaim bahwa puing tersebut adalah bagian dari Malaysia Airlines MH370.

Malaysia sendiri telah mengirim tim ke pulau tersebut untuk memverifikasi apakah puing tersebut merupakan bagian dari MH370.

Puing tersebut memiliki panjang sekitar 2 hingga 2,5 meter. Kondisinya tampak utuh tanpa bekas terbakar atau benturan.

"Bagian ini belum diidentifikasi dan tidak mungkin pada jam ini untuk memastikan apakah bagian tersebut dari Boeing 777 atau dari MH370," kata juru bicara BEA.

Perlu diketahui, Pulau Reunion sendiri merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah barat Samudera India. Pulau tersebut merupakan milik Prancis.

Tragedi naas hilangnya MH370 terjadi pada Maret 2014 lalu. Saat ini, pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan awak dari Kuala Lumpur menuju Beijing tiba-tiba saja hilang kontak dan jejaknya belum ditemukan hingga saat ini. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya