Berita

ilustrasi/net

Dunia

Australia Dukung Pengadilan Pidana Internasional Terkait dengan MH17

RABU, 29 JULI 2015 | 16:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia bersama dengan Dewan Keamanan PBB mendorong digelarnya pengadilan pidana internasional terkait dengan kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17.

"Kami mencari keadilan bagi keluarga yang terbunuh di pesawat Malaysia Airlines MH17 lebih dari setahun yang lalu," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Julie Bishop di New York pada Selasa (28/7).

"Kami bertekad untuk menahan Mereka yang bertanggung jawab untuk menjelaskan hal ini dan kami ingin Membentuk pengadilan pidana independen yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB," sambungnya seperti dimuat BBC.


Australia diketahui telah bergabung dengan Belgia, Belanda dan Ukraina untuk terlibat dalam penyelidikan gabungan untuk menginvestigasi kecelakaan yang terjadi pada 17 Juli 2014 lalu itu. Negara-negara tersebut mendorong agar pengadilan internasional menuntut mereka yang bertanggungjawab.

Namun diperkirakan rencana untuk menyeret pelaku di balik jatuhnya MH17 ke pengadilan internasional akan diveto oleh Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mengatakan bahwa akan prematur bila terburu-buru menetapkan pihak yang bertanggungjawab.

Bishop pun telah meminta kepada duta besar Rusia untuk meminta Moscow agar tidak memveto reolusi pengadilan.

"Ini tidak akan melayani kepentingan nasional Rusia," ujar Bishop.

Sementara itu laporan akhir soal apa penyebab jatuhnya MH17 akan dirilis pada Oktober mendatang. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya