Berita

Jonathan Pollard/net

Dunia

AS Segera Bebaskan Mata-mata Israel

RABU, 29 JULI 2015 | 14:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang warga negara Amerika Serikat yang dipenjara selama 30 tahun karena memata-matai Israel akan dibebaskan pada November mendatang. Pembebasannya dilakukan setelah negeri Paman Sam menjamin pembebasan bersyaratnya.

Ia bernama Jonathan Pollard. Ia merupakan mantan analis intelijen Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia dipenjara seumur hidup pada tahun 1987 setelah dinyatakan bersalah melalui dokumen ke Israel.

Kasus tersebut sempat menjadi sumber gesekan antara Amerika Serikat dan Israel selama beberapa dekade.


Sejumlah pengamat menilai bahwa pembebasan itu merupakan bagian dari upaya untuk menenangkan Israel di tengah ketegangan atas kesepakatan nuklir Iran. Namun Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry membantah hal tersebut.

Pollard yang kini berusia 60 tahun diketahui mulai bekerja sebagai analis intelijen sipil di Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1979. Tak lama setelah itu, ia mengajukan diri untuk pindah ke bagian klasifikasi material.

Kemudian pada tahun 1985, Pejabat Angkatan Laut dan FBI meawancarainya karena mendapatinya membuang dokumen yang diklasifikasikannya.

Di bawah ancaman tuntutan spionase, ia dan sang istri berusaha mencari suaka di Kedutaan Israel namun kemudian berpaling. Mereka kemudian ditangkap oleh FBI.

Israel mulanya membantah bahwa mereka adalah agen mata-mata Israel. Namun kemudian pada tahun 1996 Israel memberikan mereka kewarganegaraan dan dua tahun kemudian Israel mengaku bahwa mereka merupakan agen Israel. Demikian seperti dimuat BBC (Rabu, 29/7). [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya