Berita

disneyland/net

Dunia

Harga Promosi Berbeda, Disneyland Paris Diprotes Pengunjung Uni Eropa

RABU, 29 JULI 2015 | 12:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taman bermain Disneyland Paris diprotes karena menerapkan harga yang berbeda bagi wisatawan dari sejumlah negara Eropa lainnya.

Dimuat Financial Times, sejumlah warga Inggris, Jerman, dan Italia mengeluh karena dibekukan dari promosi harga tertentu untuk masuk Disneyland Paris.

Untuk membeli tiket satu hari, warga Inggris, Jerman dan Italia harus membayar beberapa persen lebih mahal bila dibandingkan warga Paris.


Dalam sebuah laporan disebutkan bahwa warga Perancis hanya perlu membayar 1.346 untuk mendapatkan paket premium di Disneyland Paris, namun pengunjung Inggris harus membayar 1.870 euro untuk paket yang sama, sedangkan warga Jerman harus membayar 2447 euro.

Juru bicara Komisi Eropa, Lucia Caudet kepada BBC (Selasa, 28/7) bahwa pihaknya khawatir Disneyland Paris bisa menyebabkan konsumen dari sejumlah negara mendapatkan penawaran terbaik. Padahal, di bawah hukum Eropa, perusahaan tidak bisa menghentikan konsumen untuk mendapatkan harga terbaik.

Di sisi lain. pihak Disneyland Paris menekankan bahwa harga tiket standar untuk masuk wahana bermain itu sama di pasar Uni Eropa. Disneyland juga kerap memberlakukan promosi dalam kurun waktu tertentu, seperti pada musim libur sekolah.

Namun tiket promosi biasanya tidak dapat langsung dibayar di lokasi, melainkan harus melalui situs online. Pembelian secara online itu biasanya mensyaratkan agar pelanggan membayar dengan kartu kredit ataud ebit yang terdaftar di Perancis.

Pemerintah Perancis pun telah diminta untuk menyelidiki masalah tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya