Berita

menlu retno marsudi/net

Dunia

Menlu Retno Ajak Asia Pasifik Jaga Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB

SELASA, 28 JULI 2015 | 15:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyerukan agar negara-negara di kawasan Asia Pasifik memperkuat dukungan untuk misi pemeliharaan perdamaian PBB.

"Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kawasan Asia-Pasifik tidak hanya menjadi ‘rumah’ dari negara-negara penyumbang personil terbesar pada pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, melainkan juga negara-negara yang berpotensi menjadi kontributor besar," kata Retno saat membuka The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Hotel Fairmont, Jakarta.

Pertemuan yang mengangat tema "Complex Peacekeeping Strategies: Enhancing Capabilities and Responses of the UN Peacekeeping Operations" kata Retno mengirimkan pesan penting, yaitu bahwa negara-negara di kawasan Asia-Pasifik memiliki komitmen kuat untuk berperan serta dan berkontribusi dalam kemitraan global guna memperkuat upaya pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.


Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan serupa mengenai pemeliharaan perdamaian di kawasan lain (Eropa, Amerika, dan Afrika).  

Sementara itu, UN Under-Secretary-General for Field Support, Atul Khare, memuji peran dan kepemimpinan Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

"Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah meningkatkan kontribusi personel pemelihara perdamaiannya sebesar 1000 persen, dari 212 personil pada tahun 2005 menjadi lebih dari 2700 personel pada tahun ini," ujar Khare seperti rilis yang diterima redaksi (Selasa, 28/7).

Khare juga menggarisbawahi apresiasinya atas rencana Indonesia untuk mengirimkan satgas helikopter ke MINUSMA, Mali, pada tahun ini, mengingat PBB sangat memerlukan helikopter sebagai aset penting di berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya