Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Pupuk Indonesia Minta Harga Gas di Industri Diturunkan

SENIN, 27 JULI 2015 | 10:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pupuk Indonesia (Persero) berharap pemerintah dapat memberikan harga gas yang terjangkau kepada industri petrokimia. Pasalnya, pertumbuhan industri masih sangat rendah.

"Industri Petrokimia tidak akan hidup karena marginnya tipis sekali. Harga gas yang dijual di dalam negeri masih di atas 7 dolar AS per MMBTU," kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Koeshartono saat ditemui Rakyat Merdeka, beberapa waktu lalu.

Sehingga dengan kisaran angka tersebut, kata dia, sulit untuk menarik investor masuk ke dalam negeri. Sedangkan harga gas di luar negeri hanya berkisar antara 3 sampai 4 US dolar per MMBTU.


Menurutnya, pemakaian bahan bakar gas di industri bisa diganti dengan alternatif bahan bakar lainnya, seperti batu bara. Sebab, bila gas dijadikan sebagai bahan baku, tidak tergantikan.

"Ke depan kami mau jadikan batubara sebagai bahan bakar pengganti gas untuk menekan cost. Batubara adalah pilihan logis karena lebih murah," terang Koeshartono.

Tapi sayangnya, lanjut Koeshartono, investasi yang dibutuhkan pun sangat mahal. Padahal, bila pemerintah tidak mengejar revenue, maka investasi di industri petrokimia akan sangat menarik didukung dengan rendahnya harga gas.

Ia mencontohkan, untuk mendirikan pabrik pupuk urea di Kalimantan Timur dengan kapasitas 1 juta ton urea per tahun, pihaknya membutuhkan investasi sekitar 700 sampai 800 juta dolar. "Sekarang bangun pabrik pupuk urea bisa sampai Rp 9 triliunan," imbuhnya.

Ia menambahkan, pada semester pertama 2015, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 35 triliun atau separuh dari target hingga akhir tahun senilai Rp 70 triliun.

"Sepanjang tahun ini kami menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 8,33 persen menjadi Rp 70 triliun dibanding pendapatan tahun lalu sebesar Rp 64,62 triliun," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 12,9 juta ton atau naik 35,07 persen dibanding capaian tahun lalu sebesar 9,55 juta ton.

"Penjualan pupuk tahun lalu sekitar 9 juta ton. Tahun ini kami targetkan meningkat, baik untuk Public Service Obligation (PSO) menjadi 9,55 juta ton dan nonsubsidi 3-3,55 juta ton," kata Koeshartono.

Untuk kapasitas produksi tersebut, perseroan memperolehnya melalui 14 pabrik yang dikelola oleh 10 anak usaha yakni sebagian besar atau 70 persen penjualan masih berasal dari program PSO.

"Tahun ini PSO dari pemerintah mencapai Rp 28 triliun, sebagian besar atau 70 persen penjualan berasal dari PSO dan sisanya 30 persennya dari nonsubsidi," tandasnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya