Berita

Bisnis

Apakah Pemerintah Bisa Menghitung Harga Bensin?

KAMIS, 23 JULI 2015 | 10:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Headline harian ini tanggal 22 Juli 2015 berbunyi Harga Minyak Dunia Sudah Turun, Harga Bensin di Sini Kenapa Masih Anteng” Mungkin jawabnya sedehana sekali, yaitu karena Pemerintah tidak mengerti bagaimana menghitung harga pokok bensin.

Penjelasannya sederhana sekali. Seandainya Pemerintah membiarkan semua minyak mentah yang disedot setiap harinya dari perut bumi Indonesia itu dicuri atau dikorup, maka untuk mengadakan bensin premium, Pemerintah harus membeli minyak mentah dari pasar internasional yang kemudian di kilang menjadi bensin premium dan didistribusikan ke pompa-pompa bensin.

Berapakah uang yang dikeluarkan untuk mengadakan satu liter bensin premium, kalau nilai tukar rupiah kita anggap 1 USD = Rp. 13.400? Tergantung berapa harga minyak mentahnya.


Rakyat Merdeka menyebut bahwa harga minyak mentah pada tanggal 21 Juli 2015 USD 50,15 per barrel. Kita anggap CIF Indonesia sebesar USD 60 per barrel. Kalkulasinya buat satu liter bensin premium menjadi sebagai berikut.

Uang tunai (biaya) yang harus dikeluarkan untuk 1 liter minyak mentah per liter sebesar (60 : 159) x Rp. 13.400 = Rp. 5.056,60. Biaya mengilang dan mentransportasikan bensin kita ambil USD 10 per barrel.

Maka per liternya menjadi (10 : 159) x Rp. 13.400 = Rp. 842,77. Keseluruhan uang tunai yang harus dikeluarkan untuk mengadakan 1 liter bensin premium yang sudah sampai ke pompa-pompa bensin per liternya menjadi Rp 5.056,60 + Rp 842,77 = Rp. 5.899,37 kita bulatkan ke atas menjadi Rp. 5.900. Dijual dengan harga Rp. 7.300. Untungnya Rp. 7.300 - Rp. 5.900 = Rp. 1.400 per liternya.

Kalau konsumsi kita ambil 60 juta kiloliter per tahun, untungnya per tahun adalah 60.000.000.000 x Rp 1.400 = Rp. 84 trilyun per tahun. Apa artinya? Artinya, Pemerintah yang katanya pro rakyat mengambil untung dari bensin premium sebesar Rp 84 trilyun per tahun dari rakyatnya yang daya belinya sudah demikian melemahnya. Ini dengan asumsi bahwa minyak mentah bagian rakyat Indonesia yang setiap harinya disedot dari perut bumi Indonesia dicuri atau dikorup semuanya. Nah apakah kalkulasi yang seperti ini benar? Belum tentu. Maka saya mohon Pemerintah membantahnya dengan kalkulasi yang lengkap dan benar.[***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya