Berita

Net

Inilah Nama-nama Korban Tewas dan Luka Longsor Tebing Air Terjun Sedudo

RABU, 22 JULI 2015 | 01:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Korban tewas akibat longsor tebing air terjun Sedudo pada Selasa sore (22/7) berjumlah tiga orang.

Ketiga korban merupakan pengunjung tempat wisata yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur itu.

Demikian diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada Kantor Berita Politik RMOL, tadi malam.


"Korban tewas atas nama Subkhan Anang Mashuro, 35 tahun, alamat Jalan Joporo 10 No 36 Surabaya, Sofyan Sahuri, 26 tahun, alamat Jalan Kapas Jaya Surabaya, dan Hendra Pramono Setyawan, 12 tahun Jalan Diponegoro II Karangwaru Tulungagung," terang Sutopo.

Selain itu longsoran tebing mengakibatkan 12 orang luka-luka. Lima orang diantaranya mengalami luka berat.

Korban atas nama Marita (36) mengalami luka sobek tangan kiri, Sita Magforotin (42) mengalami luka robek pelipis kiri, Aris (30) luka robek pelipis kanan dan dahi, Bagus Dwi Ratna (30) mengalami luka punggung robek, Ragil Sanjaya (25).

Kemudian, Rambat (21) luka lecet kepala dan punggung, M. Hasyim (28) luka kepala robek dan tangan kiri lecet dan Rifai Rahmat (31) luka kepala belakang robek dan tangan kiri lecet.

"Semua korban dirawat di RSUD Kabupaten Nganjuk," terang Sutopo lagi.

Tiga korban, kata Sutopo, dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Korban antara lain atas nama Subhi (36) mengalami luka bengkak kepala belakang dan bengkak punggung.

"Tiga orang di puskemas dan mantri kesehatan. Pendataan masih dilakukan,"demikian Sutopo.

Tebing air terjun Sedudo tiba-tiba longsor pada Selasa (22/7) sekira pukul 16.00.

Dikatakan Sutopo, tebing longsor tidak ada kaitannya dengan faktor cuaca seperti hujan atau angin.

Tebing longsor di ketinggian 105 meter disebabkan oleh pohon kering yang tumbang disertai dengan batu dan material longsor menimpa wisatawan yang sedang berenang di air terjun. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya