Berita

Benigno Aquino/net

Dunia

Filipina Loloskan Aturan Soal Persaingan Perdagangan

SELASA, 21 JULI 2015 | 13:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Filipina Benigno Aquino menandatangani undang-undang terkait dengan persaingan perdagangan yang adil pada Selasa (21/7).

Termasuk dalam undang-undang tersebut adalah pembatasan kartel, penetapan harga, serta bentuk perdagangan anti-kompetitif lainnya yang menahan pertumbuhan ekonomi.

Dengan aturan baru tersebut, maka Filipina berupaya untuk mencegah perusahaan besar untuk memonopoli bisnis dan mendirikan kartel, memanipulasi dan mendistorsi harga pasar, serta akan mempromosikan perdagangan bebas dan adil.


Selain itu, dalam aturan tersebut, Filipina juga akan membuat sebuah komisi kompetisi yang berfungsi sebagai badan independen yang mengatur dan menangani kasus yang berkaitan dengan praktek-praktek terkait dengan tindakan anti-kompetitif.

"Akhirnya, bisnis kecil dan bisnis besar sekarang bisa bersaing untuk menampilkan produk-produk berkualitas dengan harga yang paling masuk akal dan bukan hanya terkait dengan penawaran di bawah meja dan koneksi politik," kata Aquino dalam pidatonya seperti dimuat Reuters.

"Dengan undang-undang ini, kami mempromosikan persaingan pasar. Semua orang akan mendapatkan keuntungan dari hukum ini dan akan berakhir sebagai pemenang," sambungnya.

Komisi tersebut akan mengenakan denda hingga 250 juta peso dan pengadilan bisa memaksa hukuman penjara antara dua hingga tujuh tahun bagi pejabat perusahaan dan direksi yang bersalah dan melakukan praktek perdagangan tidak adil.

Para pejabat perdagangan Filipina menilai, aturan baru tersebut bisa mengantarkan usaha mikro, kecil dan menengah Filipina bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dan multinasional menjelang integrasi ekonomi ASEAN. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya