Berita

Net

Kapolri, Segera Proses Hukum Pelaku Kasus Tolikara

SELASA, 21 JULI 2015 | 03:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepolri Jenderal Badrodin Haiti diminta untuk tidak banyak mengumbar pernyataan terkait kasus pengusiran jamaah shalat Idul Fitri diiringi pembakaran masjid dan kios-kios di Tolikara, Papua. 

Sebaliknya, Badrodin harus segera mengusut tuntas, menangkap dan memenjarakan para pelaku karena tindakan mereka telah dengan nyata melanggar hukum.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Korps Muballigh Jakarta (KMJ), Edy Mulyadi, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (20/7).


"Usut tuntas kasus penyerangan itu. Segera proses hukum para pelaku. Hukum harus ditegakan," katanya.

Hal itu disampaikan Edy sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pdt Dorman yang menuding peristiwa tersebut terjadi akibat kelalaian Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara.

Menurut Pdt Dorman, Polri lamban dalam mensosialisasikan surat edaran dari GIDI terhadap umat muslim di Distrik Karubaga untuk tidak menggunakan pengeras suara saat melaksanakan Salat Ied, Jumat (17/5).  

Surat edaran dikeluarkan karena jarak antar pengeras suara dengan tempat dilangsungkannya seminar internasional yang diselenggarakan GIDI hanya berjarak sekitar 250 meter.

Pengusiran kaum muslimin yang hendak melaksanakan shalat Idul Fitri dan pembakaran masjid di Tolikara, sebut Edy, sebagai persoalan serius yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, pemerintah harus tegas bersikap.

"Masukan GIDI sebagai organisasi teroris yang sangat intoleran. OJK, BI dan Depkeu harus bekukan rekening GIDI karena mereka organisasi teroris," desak Edy lagi.

Tak hanya itu, Edy juga menantang para pegiat HAM menunjukan sikapnya. Bukan cuma rajin cuap-cuap saat pelakunya beragama Islam sementara korbannya non muslim.

"Pada kemana pegiat HAM? Kok diam saja? Coba kalau pelakunya muslim dan korbannya non muslim, mereka pasti berkoar-koar panjang lebar," tantang Edy.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya