Berita

Ilustrasi/net

PILKADA TOBASA

Pencalonan Poltak Sitorus dari Demokrat Diterpa Isu Setor Mahar Rp 6 Miliar

SELASA, 21 JULI 2015 | 01:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Poltak Sitorus boleh saja sumringah karena ditetapkan sebagai calon bupati Toba Samosir (Tobasa) yang akan diusung Partai Demokrat pada Pilkada, Desember 2015.

Namun, tiket pencalonan yang diperoleh Poltak diwarnai kabar adanya uang perahu atau mahar Rp 6 miliar yang diserahkannya kepada oknum partai.

Uang dikabarkan masuk ke kantong pribadi salah seorang pengurus DPP yang membidangi pemenangan pemilu sebesar Rp 4,5 miliar. 


Adapun sisanya, Rp 1,5 miliar rencananya akan digunakan sebagai logistik kampanye yang dikordinasikan lewat pengurus DPD dan DPC.

Kabarnya lagi, Poltak menggunakan jasa seorang kader senior partai berinisial C sehingga tiket pencalonan bisa didapatkannya.

Belakangan tindakan si perantara membuat iri kader senior lainnya yang memang bertugas menjadi korwil Sumatera Utara, dimana Tobasa jadi salah satu daerah yang diurus. Kecemburuan timbul karena orang yang jadi cantolan Poltak bertugas untuk wilayah Sulawesi Utara.

Poltak bukanlah kader Demokrat. Nama magister lulusan dari International Business dari California International University USA itu sebelumnya diusulkan sebagai bakal calon bupati Tobasa bersaing dengan Zainur Manurung, seorang PNS di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Sebelum mengawali niatnya terjuk ke dunia politik, Poltak pernah menjadi dosen Ilmu Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Redaksi sudah menghubungi Poltak dan kader inti partai terkait kabar ini. Tanggapan dan klarifikasi dari mereka akan ditampilkan pada berita selanjutnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya