Berita

Adi sulistyowati

Bisnis

Tips Agar Keuangan Tak Kedodoran Setelah Mudik Lebaran

KAMIS, 16 JULI 2015 | 05:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada banyak cara agar keuangan di kala mudik tak membuat kocek kedodoran. Direktur Jaringan dan Layanan BNI, Adi Sulistyowati, membagikan tips agar pasca lebaran kepala tidak nyut-nyutan karena biaya mudik lebaran jauh dari yang telah dianggarkan.

"Pertama, prioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (16/7).

Mudik lebaran, dikatakan Adi Sulistyowati, tak dapat dipungkiri acapkali membuat anggaran menjadi tak terkendali. Saat ada uang dalam genggaman rasa-rasanya selalu saja ada kebutuhan yang mesti dianggarkan. Untuk menghindari kemungkinan ini maka perlu dilakukan penyusunan daftar kebutuhan dan penentuan skala prioritas.


"Pisahkan anggaran untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu, diantaranya kebutuhan transportasi, konsumsi dan akomodasi," jelasnya.

Kedua, kata dia, buat list lengkap beserta nominalnya. Mudik lebaran sejatinya dipahami tak hanya persoalan selama perjalanan, namun juga selama di kampung halaman dan kelak ketika kembali pasca lebaran. Sebagai contoh adalah amplop lebaran, meski menuntut keikhlasan, namun ada baiknya bila sedari awal mulai dilist dan dianggarkan.

"Jangan sampai, ketika sampai kampung halaman terjadi pembengkakan anggaran amplop lebaran," imbuh dia.

Tips ketiga, bawalah uang cash secukupnya. Saat melakukan perjalanan mudik, kata dia, membawa uang kontan seperlunya penting dilakukan untuk menghindari hal yang tak diharapkan. Termasuk dalam bertransaksi, usahakan menggunakan uang cash seminimal mungkin.

"Bila harus melakukan transaksi keuangan di tengah perjalanan, manfaatkanlah fasilitas transaksi perbankan secara non tunai seperti e-banking," papar dia.

Terakhir, manfaatkan program transaksi perbankan di masa lebaran. Ketika mudik dan lebaran tiba, kata Adi Sulistyowati, dunia perbankan biasanya gencar memberikan promo menarik bagi nasabah yang menggunakan channel-chanel elektronik. Misalnya saja Program BNI E-Banking Lebaran Experience yang melayani transaksi pembayaran ZIS.

Transaksinya sendiri dapat dilakukan melalui ATM, SMS Banking, atau BNI Internet Banking. Lebihnya, kata dia, nasabah yang melakukan transaksi pada periode 15 Juni-15 Juli 2015 akan memperoleh poin yang akan diundi untuk mendapatkan hadiah berupa paket umrah, telepon genggam, hingga kamera menarik.

"Dengan begitu, selain bisa memperketat anggaran, para pemudik juga bisa menyelam sambil minum air. Selain aman dan nyaman dalam bertransaksi, pemudik juga mendapat banyak keuntungan lain," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya