Berita

tempe/net

Dunia

Pergizi Pangan Petisi UNESCO dan Mendikbud Soal Tempe

RABU, 15 JULI 2015 | 17:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di sela hiruk-pikuk menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan jatuh pada beberapa hari ke depan, kelompok pakar gizi dan pangan (Pergizi Pangan) justru sibuk mendorong agar tempe dinobatkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Dalam sebuah petisi yang dibuat kelompok tersebut di laman change.org pada hari ini (Rabu, 15/7), Pergizi Pangan meminta badan PBB yang menangani kebudayaan, UNESCO dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk menjadikan tempe sebagai warisan budaya. Petisi itu telah ditandatangani oleh lebih dari 5 ribu orang.

Dalam petisinya, Pergizi Pangan menyebut bahwa tempe telah ditemukan beberapa abad yang lalu oleh nenek moyang Indonesia.


"Bukti sejarah menunjukkan bahwa tempe dengan bahan dasar kedelai merupakan produk fermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Jawa Tengah dan sudah biasa dikonsumsi sejak tahun 1700-an," begitu kutipan petisi tersebut seperti rilis yang diterima redaksi.

Pergizi Pangan menilai bahwa kendati merupakan salah satu panganan yang sehat dan bergizi, tempe masih dianggap sebagai penganan kelas sosial ekonomi rendah. Hal tersebut dinilai sebagai salah satu alasan tempe masih kurang mendapat perhatian mendalam dari pemerintah sehingga perkembangan tempe di Indonesia relatif lamban.

"Terinspirasi dari pengakuan UNESCO terhadap Batik dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity, tempe memiliki potensi yang besar untuk tercantum dalam daftar tersebut," sambung petisi tersebut.

Dengan tercantum dalam daftar "Intangible Cultural Heritage of Humanity", UNESCO, maka status tempe akan meningkat  baik bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakatdunia. Hal tersebut juga dapat memperbaiki status tempe yang selama ini dikenal sebagai pangan masyarakat kelas sosial ekonomi rendah sehingga dapat dikonsumsi dengan bangga oleh semua kalangan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya