Berita

Bisnis

Mendag Bisa Merangkap Kabulog, Ini Alasannya

SELASA, 14 JULI 2015 | 16:42 WIB | LAPORAN:

. Menteri Perdagangan (Mendag), Rahmat Gobel sebaiknya merangkap menjadi kepala Badan Urusan Logistik (Bulog). Hal itu penting untuk menjamin ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok rakyat lainnya.

"Sebenarnya bisa-bisa saja atau sebaiknya Mendag menjabat sebagai ex officio kepala Bulog untuk menjamin ketersediaan pangan dan kebutuhan rakyat lainnya," kata mantan Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida di Jakarta, Selasa (14/7).

Laode Ida mengatakan, banyak hal yang telah dilakukan Kemendag saat ini untuk menjamin ketersediaan pangan dan menjamin stabilitas harga. Karena itu, adalah tepat kalau Rahmat Gobel menjadi ex officio kepala Bulog.


Laode Ida lebih jauh mengatakan, Bulog seharusnya mandiri sebagai Perum yang diberi tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan di pasar.

Kemendag, kata dia, selain diusilkan menjadi ex officio kepala Bulog, juga sebagai regulator dan pengawas internal pemerintah.

"Selama ini Bulog terjebak pada orientasi profit, sehingga lupa fungsi sosialnya. Akibatnya tak jarang jadi sarang mafia impor beras dan kebutuhan pokok lainnya bekerja sama dengan oknum-oknum pejabat dari Kemendag," katanya.

Konsep seperti ini, lanjut Laode Ida,  sebenarnya sudah menjadi misi Presiden Joko Widodo.

"Masih ingat saat sebelum pelantikan, pimpinan DPD RI (Irman Gusman,  Laode Ida dan  Ratu Hemas) bertemu dan makan siang dengan Jokowi. Saat itu dia didampingi Rini Sumarno dan Hasto Kristanto. Saat itulah Jokowi utarakan langsung kepada kami tentang model pengelolaan Bulog, dan secara prinsip sama dengan pendapat saya alias saya nyatakan sangat setuju dengan ide itu," katanya.

Sekali lagi, kata Laode Ida, Bulog harus berfungsi sebagai penjamin ketersediaan pangan, bukan untuk bisnis. Bahkan diharapkan Bulog jadi pembeli (buyer) produk petani dengan harga yang harus sama dengab harga pasar.

"Tidak apa-apa kalau pemerintah rugi dengan membeli produk petani, karena itu bagian dari subsidi nyata pada petani dan sekaligus akan merangsang petani tetap bergairah dalam bidang mata pencaharian mereka," katanya.

Pihak Kemendag, kata dia, hanya sebagai regulator dan sekaligus pengawas, disamping pihak DPR yang akan lakukan pengawasan politik. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya