Berita

jusuf kalla/net

Kumpulkan Pejabat, Langkah JK Tinjau Pilkada Serentak Sudah Positif

SELASA, 14 JULI 2015 | 12:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. ‎Langkah Wakil Presiden Jusuf Kalla memanggil sejumlah menteri, pejabat negara, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan petinggi partai politik guna membahas persiapan Pilkada serentak mendapat apresiasi dari Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Lawrence Siburian.

Pasalnya, melalui ‎pertemuan tersebut JK ingin memastikan bahwa persiapan Pilkada serentak sudah siap digelar dan dapat diikuti oleh semua partai politik.

"Positif, artinya diharapkan mengikuti pilkada semua," kata Lawrence saat dihubungi wartawan sesaat lalu (Selasa, 14/7).


Lebih lanjut, Lawrence memastikan keikutsertaan partai Golkar dalam Pilkada serentak. Hal ini seiring penandatanganan kesepakatan tahap dua antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie yang lagi-lagi diinisiai oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla.

Golkar akan mengusung satu calon yang telah dipilih dan disaring oleh tim penjaringan Pilkada masing-masing kubu.

"Golkar pasti ikut, (calon) mau dari kubu Ical dan Agung yang penting sudah kita bentuk tim pilkada 10 orang. calon juga pasti sudah survei tinggal kita analisis," ujarnya.

Beberapa menteri, pejabat negara, pejabat KPU dan petinggi partai politik mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sejak sekitar pukul 20.30 WIB semalam. Tak ketinggalan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Kehadiran sejumlah nama penting tersebut adalah untuk membahas rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Desember mendatang.

Tampak hadir Ketua DPP PPP Dimyati Natakusumah, politikus Partai Nasdem Taufik Basari, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie.

Disusul oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua KPU Husni Kamil Manik, Sekjen Partai Golkar Munas Bali Idrus Marham, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya