Berita

sohibul iman/net

MPR RI

PKS: Mari Buktikan Agama Kompatibel dengan Peradaban!

SABTU, 11 JULI 2015 | 16:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejatinya, agama kaya akan sumber inspirasi. Tapi tidak sayang hal itu tidak digunakan oleh manusia untuk membangun peradaban.

Begitu kata Anggota Fraksi PKS Mohamad Sohibul Iman di hadapan sekitar 300 peserta seminar nasional yang diselenggarakan Fraksi PKS untuk MPR RI bekerjama dengan MUI Kota Depok di Ruang Yudhistira 2 Hotel Santika, Jalan Margonda, Jumat (10/7) sore.

Dalam seminar bertajuk "Peran Masyarakat Agama dalam Menjaga Kebhinnekaan dan Kedaulatan NKRI", Sohibul mengawali pembicaraannya dengan sebuah cerita saat dia kedatangan tamu wakil Dubes Jepang di kantornya beberapa waktu silam. Waktu itu, kala Sohibul, Wakil Dubes Jepang mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya.


"Apa yang Anda gambarkan, Anda cita-citakan dengan Indonesia di masa akan datang?"ujar Sohibul menirukan pertanyaan wakil Dubes Jepang itu.

Mendapat pertanyaan itu, Sohibul menjawab: "Saya ingin melihat Indonesia seperti negara Anda, tapi Indonesia yang beragama, Indonesia yang religius." Wakil dubes itu kaget, dia tidak percaya kalau peradaban dan religius bisa digabung.

Di Jepang tidak beragama, tapi peradabannya luar biasa. Karena tak beragama, kasus bunuh diri tiap tahunnya mencapai 20.000 orang. Penyebabnya kadang sepele. Menurut Sohibul, ada kasus bunuh karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi, harga dirinya sangat tinggi.

"Ini tantangan buat kita, karena menurut mereka agama itu tidak kompatibel dengan peradaban," ujar Sohibul Iman.

Maka, menurut Sohibul, jika Indonesia yakin agama merupakan sumber dalam membangun akhlak, maka keraguan wakil Dubes Jepang itu akan bisa terjawab. Dalam mewujudkan hal itu, setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki, yaitu: rasa untuk memiliki, rasa kebersamaan, dan saling percaya di antara sesama anak bangsa. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya