Berita

ilustrasi/net

Bisnis

PGN Genjot Proyek Pembangunan Infrastruktur Pipa Gas di Jatim

Ngarep Biaya Produksi Turun Hingga Rp 2 Triliun
RABU, 08 JULI 2015 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Perusahaan Gas Negara Tbk tengah menggenjot penambahan pipa gas eksisting sepanjang 72 kilometer (km) di Jawa Timur (Jatim). Proyek pipa gas ini diyakini dapat menghemat biaya produksi hingga Rp 2,06 triliun lebih per tahun.

Pembangunan pipa gas ini dibagi menjadi tiga jalur jaringan. Yakni, jalur Kejayan-Purwosari sepanjang 15 km berlokasi di Area Pasuruan, jalur Kalisogo-Waru sepanjang 30 km berlokasi di Sidoarjo, dan jalur Jeris-Ploso sepanjang 27 km berlokasi di Sidoarjo.

Diungkapkan Seketaris Perusahaan PGN Heri Yusup, hingga akhir Juni 2015, perkembangan proyek Kejayan-Purwosari sudah mencapai 86 persen.


"Jalur ini akan mengalirkan gas sebanyak 5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dengan jumlah tersebut, akan melayani kebutuhan gas dan pengembangan wilayah baru di sisi selatan Kabupaten Pasuruan," kata Heri di Jakarta, kemarin.

Diharapkan dengan sistem pioneering pengembangan infrastruktur gas bumi ini dapat membuka peluang ekonomi baru di wilayah Pasuruan untuk peningkatan daya saing, pembukaan lapangan kerja dan perekonomian disana.

Ia melanjutkan, untuk jalur Jetis-Ploso, pencapaian pekerjaan sampai dengan akhir Juni sebesar 37 persen. Jalur ini nantinya, siap melayani kebutuhan industri di sekitar wilayah tersebut, seperti industri pakan, food beverage, keramik dan kawasan industri baru. Adapun pipanisasi jalur Kalisogoâ€"Waru berfungsi untuk meningkatkan kehandalan jaringan.

"PGN komitmen menjaga factor safety dalam pengoperasian pipa gas bumi. Ke depan, pembangunan jaringan pipa akan dilengkapi juga dengan fasilitas Offtake Station untuk semakin meningkatkan kehandalan jaringan di wilayah Jawa Timur," ujarnya.

Dikatakan Heri, bila proyek ini selesai, maka infrastruktur pipa gas eksisting di Jawa Timur mencapai 829 km. PGN Regional Distribution II (Jawa Timurâ€"Jawa Tengah), lanjut dia, telah melayani 9 kawasan industri dengan jumlah pelanggan industri sebanyak 118 pelanggan.

Heri mengungkapkan, konsumi gas bumi untuk 9 kawasan tersebut, mencapai 28 juta kaki kubik per hari dengan perkiraan efisiensi biaya energi sebesar Rp 2,06 triliun per tahun dibandingan dengan penggunaan bahan bakar minyak seperti minyak solar. Sedang untuk tingkat nasional, secara total PGN telah membangun jaringan pipa gas bumi sepanjang 6.100 km di seluruh Indonesia.

"Adapun di seluruh wilayah Indonesia, PGN telah membangun pipa gas bumi sepanjang lebih dari 6.100 kilometer. Ini adalah 70 persen dari pipa hilir gas bumi di Indonesia," ucapnya.

Juru Bicara PGN Irwan Andri Atmanto menambahkan, PGN tahun ini, juga telah memulai pembangunan pipa Duri-Dumai-Medan. Tahap I sepanjang 130 kilometer sudah dimulai, sedangkan Tahap II sepanjang 395 kilometer akan dibangun setelah tahap I rampung.

"Jaringan pipa lain yang akan dimulai adalah pipa distribusi Jawa Tengah sepanjang 319 kilometer," sebut Irwan.

Ditambahkannya, penambahan infrastruktur pipa PGN itu juga membuat peningkatan volume penyaluran gas PGN kepada berbagai segmen pelanggannya. Pada 2007, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.150 MMSCFD, pada 2014 meningkat hingga mencapai 1.710 MMSCFD. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya