Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Buntut Kebakaran Bandara Soetta, 49 Penerbangan Garuda Distop

RABU, 08 JULI 2015 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Indonesia (Persero) sudah menerapkan Crisis Center dengan status Emergency Response Plan (ERP), atau status untuk kondisi darurat saat terjadi kebakaran di JW Lounge Terminal 2E. Sebanyak, 200 pasukan gabungan dari Paskhas dan Marinir ikut diterjunkan untuk mengatasi potensi keributan penumpang yang menumpuk di Bording Lounge.

"Saya ikut turun tangan langsung dengan menjadi Commanding Officer atau penanggung jawab maskapai di lokasi kejadian. Sejumlah prosedur manual untuk check in penumpang dan bagasi pun diberlakukan pada saat itu," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo dalam pesan singkatnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Arif menerangkan, prosedur manual untuk check in memang menghabiskan waktu lama. Sebab, ada 179 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta.


"Jumlah penumpang yang di-handle sekitar 30.000 pax (orang) dari total sekitar 55.000 pax, baik seluruh domestik maupun internasional," ujarnya.

Arif menyebutkan, akibat kebakaran ini, ada 3.994 penumpang yang terlantar di Terminal F1-F7. Yang akhirnya ditawarkan opsi refund, reschedule flight, dan stay di hotel. Namun hanya dapat 262 pax (penumpang) refund dan 628 stay di hotel, sisa ribuan penumpang bersikukuh untuk menginap di Boarding Gate.

"Garuda mengalami delay yang luar biasa. Pada saat kejadian semua mati, termasuk announcement dengan menggunakan portable speaker. Kami menambah 200 orang untuk menangani penumpang. Alhamdulillah, kami telah berhasil melakukan quick recovery," tuturnya.

Hingga Senin malam, sambung Arif, kondisi sudah berlangsung normal dan terkendali. Meski begitu, masih ada sejumlah dampak karena penyesuaian rotasi kru. Jika pun terjadi delay, maka tidak akan berkepanjangan seperti Minggu kemarin.

Garuda juga telah menambah satu penerbangan pesawat ke sejumlah tujuan. Semua penumpang yang mengalami keterlambatan juga sudah ditangani dan dilayani masuk ke penerbangan reguler plus tambahan kapasitas di lima kota yang cukup besar, yaitu Surabaya dengan tambahkan dua kali penerbangan 747-400, Denpasar dua kali 747-400, Batam menggunakan Airbus 330. Seluruhnya, merupakan extra flight dari frekuensi yang ada.

"Sebanyak 66 penerbangan sampai Senin pukul 11.00 WIB sudah berjalan lancar. Kemudian Semarang ditambahkan dua ekstra flight, dan Pontianak satu ekstra flight. Kami harapkan hari ini bisa kembali normal," harap dia.

Garuda kata Arif, terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara terkait check in counter di Terminal 2E yang sempat terganggu.

"Yang kami waspadai ini H-10, kami sedang koordinasi dengan AP II terkait dengan check-in counter di Terminal E yang kemarin sempat terganggu. Kami harapkan bisa segera pulih seperti semula," tandasnya.

Seperti ketahui, Garuda Indonesia mengalami gangguan operasional yang mengakibatkan terganggunya jadwal penerbangan. Kebakaran juga mengakibatkan rusaknya sistem check in, boarding, load control system, dan conveyor belt yang membuat perangkat tersebut tidak bisa beroperasi dan mati total.

Sementara delay penerbangan Garuda terjadi sejak Minggu (5/7) pukul 07.00 - 12.00 WIB, ada 20 penerbangan. Sedangkan dari pukul 12.00-18.00 WIB mencapai 80 penerbangan. Karena situasi yang semakin sulit, Garuda pun memutuskan untuk membatalkan 49 penerbangan di sore dan malam hari. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ketersediaan kru kokpit dan kabin pada Senin (6/7). ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya