Berita

ilustrasi/net

Politik

Kebebasan Pers Harus Bertanggung Jawab

SELASA, 07 JULI 2015 | 19:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Media diingatkan untuk taat pada kode etik jurnalistik dan patuh pada Undang-Undang.  

Pengamat Komunikasi Politik, Karyono Wibowo, mengatakan peran pers tidak hanya memberi informasi yang benar sesuai fakta tetapi mengemban kewajiban mendidik masyarakat sebagai kontrol sosial dan  pilar demokrasi.

"Ini artinya dalam menjalankan tugas jurnalistik, pers harus mengedepankan prinsip demokrasi dan asas keadilan," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/7).


"Kebebasan pers tidak semestinya diselewengkan dan disalahgunakan tetapi dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi dan keadilan," sambung dia.

Pernyataan Waryono itu disampaikan terkait pemberitaan Majalah Tempo yang dipermasalahkan Direksi Telkom.

Sebelumnya, Direksi Telkom dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR pada medio Juni lalu menyatakan telah mengadukan Majalah Tempo ke  Dewan Pers karena dianggap  merugikan operator pelat merah itu terkait pemberitaan dalam aksi korporasi monetisasi Mitratel.

Dalam Risalah Penyelesaian pengaduan Telkom terhadap Majalah Berita tersebut Dewan Pers menilai berita yang dikeluarkan melanggar pasal 3 Kode Etik Jurnalistik karena tidak berimbang. Telkom pun telah memanfaatkan hak jawab di Majalah Berita itu pada Senin (6/7) kemarin.

Senada dengan Waryono, dosen Komunikasi Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing  menyatakan sebagai salah satu pilar demokrasi, media sangat penting posisinya karena bisa menggiring dan membangun opini.

Oleh karenanya dalam setiap pemberitaan hendaknya media fair, adil dan jujur. Bukan menghakimi.

"Jangan sampai berita yang belum di cek and ricek langsung dimuat. Apalagi bila berita itu menyangkut hal sensitif yang bisa merugikan orang atau pihak lain. Jadi kebebasan pers itu, kebebasan yang bertanggung jawab. Bukan kebebasan sebebas-bebasnya," tegasnya.[dem]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya