Berita

Politik

Kiai Hasyim Imbau Nahdliyyin Doakan NU

Diperlukan Ketajaman Mata Batin
SELASA, 07 JULI 2015 | 17:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rois Syuriyah PBNU, KH. Hasyim Muzadi mengimbau warga NU atau nahdliyyin agar pada masa 10 hari Ramadhan terakhir ini memperbanyak ibadah dan mendoakan kebaikan NU khususnya terkait dengan pelaksanaan Muktamar NU di Jombang 1-5 Agustus nanti.

"Ya istilahnya sekaligus tirakat meningkatkan amaliah ubudiyah, dan berdoa agar NU ini selamat di tengah ancaman dan tantangan yang ada sekarang ini. Mumpung ini juga masih bulan Ramadhan. Insyallah istajabah doa kita semua," ungkap KH. Hasyim kepada wartawan, Selasa (7/7).

KH. Hasyim merasa perlu untuk mengeluarkan ajakan itu mengingat saat ini kondisi NU sebenarnya dalam kondisi yang rawan.


"Dan untuk mengatasi kerawanan itu, selain ikhtiar kita lakukan, sangat bergantung pada ma’unah (pertolongan) Allah SWT," paparnya.

Kerawanan yang dimaksud adalah ancaman pembelokan asas dan akidah Islam Ahlussunah Waljamaah dari berbagai penjuru dan upaya pembelokan NU dari khittah ideologisnya justeru dari kalangan dalam NU sendiri.

Para muassis NU seperti Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah, katanya, mendirikan jam’iyyah NU untuk mengembangkan Islam ahlussunah wal jamaah, bukan ahlu yang lain-lain.

"Lah sekarang ini kok dikembangkan paham selain ahlussunah wal jamaah an-nahdhiyyah di NU dan bahkan malah menyimpanginya," tutur mantan Ketua Umum PBNU dua periode itu.

Menurutnya, fenomena ini kalau hanya dilihat dengan kacamata lahiriah barangkali tidak akan tampak sehingga diperlukan ketajaman mata batin untuk menganalisa keadaan secara lebih jeli.

"Monggo poro kiai sedoyo sami mersani secara batiniah kanthi waskito. (Mari para kiai semua sama-sama melihat dengan batin secara waspada). Insyaallah akan terbuka semuanya dan kita sampai pada titik kesadaran bahwa kondisinya sudah seperti ini," harapnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya