Berita

adler manurung/net

Pakar: Pasar Bereaksi Positif Bila Rizal Ramli Jadi Menko Perekonomian

MINGGU, 05 JULI 2015 | 23:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Kinerja tim ekonomi kabinet pemerintahan Joko Widodo sudah mulai diragukan masyarakat. Ketidakmampuan Menko Perkonomian Sofyan Djalil memimpin orkestra tim ekonomi dianggap menjadi penyebab utama permasalahan yang ada.

Pakar keuangan dan pasar modal Prof. Adler Haymans Manurung memperkirakan reaksi pasar, baik pasar uang dan pasar saham, akan positif kalau Presiden Jokowi mengocok ulang tim ekonominya. Dengan catatan, orang yang dipilih menjadi dirigen tim ekonomi nanti bukan sekedar ekonom biasa apalagi karbitan.

"Kriterianya paling tidak ada tiga. Jangan yang cacat hukum, orangnya harus independen, dan jangan memihak asing," ujar Adler kepada redaksi, Minggu malam (5/7).


Sosok yang memenuhi tiga kriteria tersebut adalah ekonom senior Rizal Ramli. Menurut Adler, sekalipun doktor ekonomi lulusan Boston, Amerika Serikat, Rizal Ramli sangat anti dengan asing yang merugikan kepentingan nasional. Independensi Rizal Ramli terbukti saat dia aktif di pemerintahan Abdurrahman Wahid baik sebagai Menteri Keuangan maupun Menko Perekonomian. Sementara untuk kriteria ketiga, Rizal Ramli adalah orang yang tidak memiliki cacat hukum saat menempati jabatan strategis di pemerintahan.

"Menko Perekonomian yang sekarang kurang gregetan. Menko Perekonomian haruslah konseptor ekonomi yang canggih, harus yang menguasai dan punya teori. Bukan hanya paham konsepsi ekonomi, Menko juga harus paham filosfi dan wise. Nah, Rizal Ramli yang pas dipilih oleh Jokowi. Background dan track record dia tepat," kata Adler.

"Saya kira pasar menganggap dia (Rizal Ramli) oke. Selain karena pengalaman, dia juga bersih " sambung dia.

Untuk posisi menteri keuangan, Adler menilai tidak ada masalah dengan kinerja Menteri Bambang Brodjonegoro. Kualitas Bambang mengisi pos kemenkeu sangat bisa diandalkan.

"Tapi ya itu tadi, kalaupun Bambang berkualitas, dia kerja setengah mati tapi kalau pimpinan (Menko Perekonomian) nya gak bagus ya tidak akan bisa apa-apa. Coba saja diperhatikan, sering kok Menko (Sofyan Djalil) nya diam, yang maju Bambang," paparnya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya