Berita

ist

Jaga Konsensus Dasar, Menpora Ajak Pemuda Bangkalan Baca Pancasila

SABTU, 04 JULI 2015 | 23:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemuda Indonesia harus bisa memaknai empat konsesus dasar kehidupan Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat konsesus dasar ini harus diterapkan oleh pemuda di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Begitu kata Menpora Imam Nahrawi saat membuka acara Peningkatan Wawasan Pemuda Melalui Sosialisasi Empat Konsesus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di gedung Serbaguna Ratu Eboh, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (4/7).

"Indonesia adalah bangsa yang besar dengan beraneka ragam suku, bahasa dan budaya. Keragaman itulah yang membuat sampai sekarang ini kita menjadi bangsa yang kuat. Oleh karena, pemuda harus menjaga empat konsesus dasar itu," katanya.


Pada acara yang diikuti 350 peserta dari pemuda Bangkalan itu, Menpora juga mengajak beberapa peserta untuk naik ke panggung membaca Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat makna Pancasila arti penting dalam kehidupan berbangsa. Terlebih, anak muda sekarang sudah mulai melupakan Pancasila dengan mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman,

"Saya tidak ingin itu semakin besar terjadi pada anak muda kita. Ke depan setiap ada kegiatan kepemudaan di Kemenpora, selain kita menyanyikan lagu Indonesia Raya, kita juga harus bersama-sama membaca Pancasila. Kita harus kuat secara pondasi landasan dasar negara kita untuk membentuk karakter negeri ini," tambah Menpora yang didampingi Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Yuni Poerwanti dan Bupati Bangkalan Muhammad Makmun Ibnu Fuad. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya