Berita

arbi sanit/net

Politik

Demokrat Berjaya di 2019 Kalau SBY Perbaiki Sistem Pengkaderan

SABTU, 04 JULI 2015 | 12:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Banyaknya politisi muda yang berpotensi bersinar mengisi jabatan di DPP Partai Demokrat bukan jaminan partai itu akan meraih kejayaan di Pilkada 2015, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu dikatakan analis politik senior, Arbi Sanit, menyinggung peluang politik Demokrat di bawah komando Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan formasi pengurus DPP periode 2015-2020. Seperti diketahui, jajaran pengurus baru DPP Demokrat dilantik hari ini oleh SBY di Jakarta Convention Center, beberapa saat lalu.

Menurutnya, selama 10 tahun Demokrat mengalami penurunan yang menghasilkan kegagalan dalam Pemilu 2014. Di sisa empat tahun jelang Pemilu 2019 dan beberapa bulan jelang Pilkada serentak, Arbi menyarankan Demokrat segera memperbaiki sistem pengkaderan internal.


Arbi menilai, bukti gagalnya sistem pengkaderan Demokrat sejak 2004 adalah banyaknya politisi Demokrat yang korup dan tidak berkualitas.

"Pembenahan sistem kaderiisasi harus dilakukan. Yang kemarin itu hasilnya Anas Urbaningrum (terpidana korupsi), itu hasil kaderisasi yang salah. Sejak 2004 leadership SBY dalam pengelolaan partai gagal total. Itulah sebabnya (Demokrat) karam. Yang tidak dipenjara pun jalan pikirannya kacau, tidak bisa mengelola partai," urai Arbi saat diwawancara Kantor Berita Politik RMOL, beberapa saat lalu (Sabtu, 4/7).

Arbi mengakui kehebatan SBY dalam pengelolaan negara. Sepanjang dua periode menjabat presiden, kata dia, SBY menunjukkan kualitas yang patut diacungi jempol. Namun, SBY sebaliknya dalam mengelola pengkaderan partai.

"Sepanjang sejarah, dia (SBY) presiden paling hebat. Sekarang dia harus buktikan hebat kelola partai. Dia tahu benar apa penyakit partai itu. Dari luar, saya katakan penyakitnya adalah sistem kader, istilahnya masih kader magang. Artinya, banyak anak muda menempel pada tokoh yang tua dan hebat tapi tidak tahu apakah yang dilakukannya benar atau salah," tutur dosen politik Universitas Indonesia ini.

Karena itu, jika SBY hendak membawa Demokrat jadi pemenang kompetisi politik, dia harus merancang pengkaderan yang sistematik, pengkaderan yang memberikan pemahaman sekaligus pengalaman. Dengan demikian, lahir kader yang mengerti masalah dan bisa membuat keputusan.

"Substansi apa yang harus diberikan kepada kader? Integritas, kapabilitas atau kemampuan riil, visi yang bukan hanya dikarang dan punya sejarah yang jelas, dan terakhir adalah patriotisme atau siap berkorban. Empat itu yang harus diberikan kepada kader agar Demokrat kembali besar," tegasnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya