Berita

pajak/net

Kementerian Keuangan Masih Kaji Penerapan Tax Amnesty

JUMAT, 03 JULI 2015 | 06:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Penerapan pengampunan pajak bagi wajib pajak yang menyimpan dana di luar negeri atau tax amnesty masih menjadi kajian di Kementrian Keuangan.

Begitu kata staf ahli Kementerian Keuangan Arif Budimanta kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 2/7)

Dalam kajian Kemenkeu, lanjutnya, tax amnesty ini‎ bertujuan untuk memperkuat perkembangan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepatuhan kepada orang untuk membayar pajak.


"Tapi itu semua masih dalam tahap kajian," sambungnya.

Saat ini, Kementerian Keuangan tengah menghitung potensi keuntungan penerimaan negara jika tax amnesty diterapkan. Setidaknya sejumlah ahli sudah mengatakan bahwa penerapan tax amnesty bisa mencapai Rp 3.500 triliun.

"Tapi ini kan semua masih kita cek," tandasnya.

Tax amnesty
merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang perpajakan berupa rekonsiliasi ekonomi atau penghapusan pajak bagi Wajib Pajak yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak mematuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

Pengampunan pajak biasanya dilakukan oleh suatu negara apabila kepatuhan pajak makin menurun dari tahun ke tahun. Kebijakan ini akan berdampak positif bagi penerimaan.

Implementasi kebijakan ini idealnya didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang canggih, sistem perbankan yang kuat dan sumber daya manusia yang memadai. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya