Berita

Pancasila Bisa Menjadi Penyaring Budaya Asing

RABU, 01 JULI 2015 | 18:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kesedihan keluarga korban jatuhnya pesawat Hercules tipe C-130 milik TNI-AU di Jalan Jamin Ginting Sumatera Utara, kemarin ikut dirasakan peserta Seminar Nasional kerjasama MPR RI dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Terbukti saat membuka pelaksanaan seminar tersebut (Rabu, 1/7), Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI TB. Soenmandjaja mengajak seluruh peserta membacakan doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Seraya berharap semoga para korban tenang di sisi Nya. Sementara keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan.

Seminar yang berlangsung di hotel Premiere Pekanbaru, itu mengetengahkan tema Konsep dan Implementasi Sistem Demokrasi Pancasila Dalam Bidang Sosial dan Budaya. Empat orang narasumber di lingkungan UIN Suska Riau ikut memberikan pemikirannya. Mereka adalah Prof. Dr. H. Amir Luthfi, Prof. Alaidin Koto, Prof. Irfan efendi, dan Prof. Sudirman Johan.


Ikut hadir dalam acara tersebut, anggota MPR RI F Partai Golkar H. Ahmad Zacky Siradj, Anggota MPR RI F Partai Gerindra Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid M. Sc dan Anggota MPR RI F Partai Demokrat Dr. J efirson R. Riwu Kore, staf ahli gubernur Riau bidang pembangunan Arlisman Agus serta civitas akademica UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Dalam sambutannya TB. Soenmandjaja mengatakan, ada sebagian kelompok masyarakat yang semakin jauh dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ini terjadi karena Pancasila mulai terpinggirkan dari kehidupan masyarakat. Terlebih setelah pencabutan Tap MPR tentang pedoman dan penghayatan Pancasila.

"Banyak anggota masyarakat yang tidak lagi hafal terhadap teks Pancasila, baik dikalangan pelajar maupun pegawai", kata Senmandjaja.

Kondisi ini menurut Soenmandjaja tentu sangat mengkhawatirkan. Terlebih ketika dunia informasi begitu bebas, bisa membawa nilai-nilai dari luar, masuk ke dalam negeri tanpa dapat di saring. Karena itu keberadaan Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus disosialisasikan. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya