Berita

Sherina Munaf/net

Blitz

Sherina Diancam Boikot Dukung Pernikahan Sejenis

RABU, 01 JULI 2015 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ancaman boikot juga ditujukan kepada artis lain. Gara-gara Amerika, gerakan gay meluas ke seluruh dunia.

Isu pernikahan sesama jenis makin hot setelah Amerika Serikat resmi melegalkannya. Publik di Tanah Air ikutan latah bicara ten­tang izin resmi pernikahan bagi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Bila sebagian besar masyarakat Indonesia menolak keras keputu­san tersebut, lain halnya dengan Sherina. Melalui akun Twitter-nya @sherinasinna yang memiliki 9,58 juta followers, putri dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf ini menyatakan dukungan­nya terhadap pelegalan pernikahan sesama jenis.


"Banzai! Pernikahan sesama jenis kini legal di Amerika Serikat. Mimpi: berikutnya, di seluruh dunia! Di mana pun Anda berada, bangga siapa Anda. #LGBTRights," kicau Sherina.

Keberpihakan pelantun Pergilah Kau dan Geregetan ini langsung menuai kritik pedas dari netizen. Kicauan gadis yang sedang menempuh pendidikan di Jepang itu terus banjir keca­man.

"@sherinasinna back to past. Back to jahiliyah. Teknologi semakin maju tapi moral manusia semakin mundur. Are you LGBT sampe bangga gitu? Melegalkan LGBT di seluruh dunia? Kasihan sekali dirimu," tulis Abadi_Rengga.

Akun @hanapunzel yang sepertinya fan Sherina pun terkesan kecewa. "Lihat tweet ini jadi pengen buang semua album lo dari zaman gue kecil yang masih suka gue dengerin sampai sekarang," ujarnya kesal.

Belum lagi pernyataan @Srigalapagi, yang mengaitkan komentar Sherina dengan agama. "Mbak ini sepertinya perlu belajar Islam lagi. Islam itu mengharamkan LGBT, jika Anda masih ingin ber-Islam tobatlah dari LGBT," katanya.

Saat Sherina tidak berkomentar justru lahir sebuah petisi online di situs Change.org yang menuntut permintaan maaf darinya.

"Boikot Sherina Munaf/Sherina Sinna dan pesohor pendu­kung LGBT," begitu petisi online itu diawali. Penggagas petisi itu adalah Deny Rahmad, seseorang yang berasal dari Sleman, Yogyakarta.

Beberapa penandatangan mengaku mendukung petisi itu karena mengaitkan LGBT dengan agama. "Anda itu panutan, Sherina. Jadi tolong, berhati-hatilah untuk setiap hal kecil yang Anda lakukan," tulis Mala Sari.

Menurut keterangan di situsnya, change.org adalah platform petisi terbesar di dunia, memberdayakan orang di mana pun untuk menciptakan perubahan yang mereka inginkan. Terdapat lebih dari 70 juta pengguna situs petisi online ini di 196 negara.

Sebelumnya dukungan terhadap pernikahan sejenis dilontarkan Anggun C Sasmi. Lewat akun Twitter pribadinya, ia menyatakan rasa senangnya melihat sejarah baru dari Amerika.

"Yes! Pernikahan adalah antara cinta dengan cinta," seru akun @Anggun_Cipta.

Tak hanya dukungan, tulisan itu juga menuai protes dari pengguna Twitter lainnya." Sekadar mengingatkan mbak Anggun. Kalau Anda benar seorang muslim, banyak tanya lagi dengan ahli agama atau buka Al Quran," tulis seorang netizen.

Adapun putusan Mahkamah Agung AS yang melegalkan pernika­han sejenis di seluruh wilayah AS diyakini dapat mempengaruhi keputusan banyak negara di dunia untuk membuat keputusan serupa.

Menurut laporan CBS News, komunitas penyuka sesama jenis di Filipina, India, Australia dan banyak negara lain, berpikir bahwa putusan yang telah dibuat itu akan mempengaruhi pemerintah negara lain untuk mengubah kebijakannya soal hak kesetaraan LGBT.

"Di Filipina, para aktivis dari komunitas LGBT masih berupaya meyakinkan pemerintahnya untuk melegalkan pernikahan sejenis. Saya yakin keputusan yang dibuat AS dapat mempengaruhi kebi­jakan Pemerintah Filipina," ujar seorang profesor di Universitas Filipina, Sylvia Estrada Claudio.

"Menurut saya, keputusan AS yang telah resmi legalkan pernikahan sejenis merupakan hasil terpengaruh Argentina. Kedepan, saya yakin negara-negara lain akan terpengaruh oleh keputusan AS," ungkap Kepala Komunitas LGBT Argentina, Esteban Paulon.

Namun beberapa negara bagian di Amerika masih berusaha me­nentangnya, terutama dari kalangan gereja.  ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya