Berita

foto:humas mpr ri

Di Depan Ketua MPR, Iwapi Curhat Kondisi Ekonomi Memberatkan Pengusaha

SELASA, 30 JUNI 2015 | 14:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keadaan perekonomian Indonesia saat ini dinilai Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwapi) sedang memburuk bahkan mengarah ke negatif.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar anjlok. Hal ini sangat berdampak luas pada bisnis. Sebagian besar rakyat terutama golongan menengah ke bawah melakukan penghematan besar-besaran yang sangat berdampak besar kepada bisnis secara keseluruhan.

Demikian curhat Ketua Umum Iwapi, Nita Yudi kepada Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di ruang kerja Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).


MenurutNita Yudi, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sangat berat buat pengusaha Indonesia. Padahal, negara-negara ASEAN sedang maju, kondisi Indonesia malah down.

"Hal itu sangat mengkhawatirkan. Apalagi kita akan menghadapi MEA. Persaingan dan kompetisi dengan negara lain sangat berat. Hal ini sangat perlu dipikirkan secara serius," ujarnya.

Merespon hal tersebut, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa tak dapat dipungkiri keadaan ekonomi Indonesia memang sedang mengalami situasi yang berat.

"Di berbagai kesempatan termasuk kepada Presiden, saya mengatakan bahwa saat ini pasar tidak confident. Investot tidak confident. Dunia bisnis tidak ada kepastian, dunia bisnis tidak nyaman, tidak merasa safe. Contohnya soal hukum. KPK dan Polri saja terus ada masalah. Kepada Presiden saya bilang, bapak panggil saja seperti Kadin, Hipmi semua pelaku bisnis itu tidak ada yang merasa nyaman," urai Zulhas, begitu ketua umum Partai Amanat Nasional itu disapa.

Saat ini, lanjut Zulkifli, harus ada aksi riil dan  respon positif dari pemerintah. Wacana-wacana yang malah akan memperberat kondisi, menurut dia, sebisa mungkin dihindari seperti soal reshuffle kabinet.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya