Berita

ilustrasi/net

Hukum

KPK Diperlemah, Diperkuat Atau Dilenyapkan?

MINGGU, 28 JUNI 2015 | 13:41 WIB | LAPORAN:

RMOL. Setelah menetapkan Wakapolri, Komjen Budi Gunawan menjadi tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan rekening gendut, nasib Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti di ambang batas.

Mulai dari kalah dalam sejumlah sidang praperadilan, sampai menghadapi serangan-serangan terselubung. Parahnya, serangan itu konon dilakukan juga oleh orang dalam KPK sendiri.

Kini, lembaga antirasuah itu kembali mendapatkan serangan melalui revisi UU KPK. Pihak DPR RI berdalih revisi merupakan bentuk penguatan, sementara internal KPK menyebutnya sebagai bentuk pelemahan.


Bagaimana tidak, kewenangan melakukan penyadapan yang selama ini menjadi senjata pamungkas KPK akan dihapus dalam salah satu draft UU tersebut.

Bagaimana nasib KPK, apakah akan dilemahkan, dikuatkan atau bahkan dilenyapkan sama sekali?

Sore ini, Kantor Berita POlitik RMOL akan mencoba mengulasnya melalui diskusi rutin yang bertajuk "Apakah sebenarnya KPK ingin diperkuat atau diperlemah?". Sejumlah narasumber akan dihadirkan dalam diskusi yang diadakan di Kafe Dua Nyonya, Cikini menjelang buka puasa sore nanti (Minggu, 28/6).

Mulai dari anggota DPD RI, Damayanti Lubis sampai anggota Pansel KPK, Yenti Garnasih akan menyuarakan pendapatnya demi membahas masa depan lembaga antirasuah. Bertindak sebagai moderator diskusi, redaktur senior RMOL, Zulhidayat Siregar. [sam] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya