Berita

ist

Politik

Pemerintahan Jokowi-Ahok Tuna Nurani

SABTU, 27 JUNI 2015 | 15:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah tokoh menjenguk pedagang kaki lima (PKL) yang menjadi tersangka penyerang Satpol PP pada kerusuhan Monas di Polda Metro Jaya. Kehadiranini bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi PKL yang ditahan dalam keadaan baik-baik saja.

Dalam kesempatan ini, Edi Mendra seorang PKL sepatu yang ikut ditahan dijenguk oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun bersama beberapa tokoh lain seperti Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Keadilan Bursah Zarnubi, Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan, Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta M Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Seknas Boemi Poetera Abdullah Rasyid, serta didampingi kuasa hukum Syamsul Bahri.

"Kita tadi dengan beberapa tokoh dan kuasa hukum mendatangi Edi Mendra, PKL sepatu di Monas yang ditahan di Polda Metro Jaya," ujar Ali  saat dihubungi wartawan (Sabtu, 27/6).


Ali mengatakan, selain memastikan kondisi dari PKL yang ditahan ini baik-baik saja, beberapa tokoh yang hadir juga ikut menjaminkan diri untuk penangguhan penahanan yang akan diajukan pada hari ini. PKL yang dijaminkan ini adalah Edi Mendra dan Armonta Supardi, seorang PKL sandal

"Beberapa tokoh bersama Ketua Umum DPP APKLI menjaminkan diri untuk melakukan penangguhan penahanan mengingat yang bersangkutan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, memiliki dua anak dan istrinya sedang hamil satu bulan," katanya.

Sementara itu, Seknas Boemi Poetera Abdullah Rasyid menyayangkan tindakan arogan pemerintah DKI. Menurutnya, pemerintah seharusnya bertugas untuk melindungi dan memfasilitasi PKL.

"Ini menunjukkan pemerintahan Jokowi dan Ahok ini tuna nurani, sudahlah negara tidak bisa memberikan pekerjaan yang layak kepada warganya. Bahkan mereka berusaha sendiri, itupun masih dipersulit dan digusur. Dulu janji Jokowi-Ahok salah satunya adalah melindungi PKL, tapi bukti menunjukkan sebaliknya", demikian Abdullah Rasyid. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya