Berita

tubagus chaeri wardhana/net

Hukum

Eks Gubernur Banten Bersaksi untuk Wawan

JUMAT, 26 JUNI 2015 | 12:54 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan mantan Gubernur Banten periode 2007-2012, Mohammad Masduki. Masduki diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wawan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/5).

Selain itu KPK juga menjadwalkan untuk pemeriksaan istri Masduki, Dedeh Syarahwati, Ali Yusuf seorang karyawan swasta, serta Dirut PT Glindingmas Wahana Nusa, John Chaidir. John yang diketahui merupakan suami Ratu Tatu Chasanah yang merupakan adik mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Choisiyah. Kesemuanya itu akan diperiksa sebagai saksi kasus Wawan


Sebelumnya, KPK menetapkan Wawan sebagai tersangka pencucian uang setelah KPK melakukan pengembangan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi seperti dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan, serta suap sengketa Pilkada di Lebak, Banten ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait kasus pencucian yang dilakukan Wawan, penyidik KPK telah menyita lebih dari 80 unit kendaraan pribadinya. Mulai dari mobil-mobil mewah seperti Ferrari dan Lamborghini, hingga truk-truk pengaduk semen. Selain itu, sejumlah artis yang diduga turut menikmati aliran dana dari Wawan pernah diperiksa KPK, antara lain Jennifer Dun, Catherine Wilson dan Rebecca.

Akibat perbuatannya tersebut Wawan dijerat pasa 3 atau pasal 4 UU no 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sealain itu, adik kandung dari Ratu Atut itu juga diduga melanggar pasal 3 ayat (1) dan atau pasal 6 ayat (1) UU 15/2002 sebagaimana telah diubah pada UU 25/2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya